Ini Foto Komet Terbaik dalam Sejarah, Pemenang Kompetisi Astronomi Tahun Ini

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebuah komet langka yang tidak akan pernah melewati bumi lagi berhasil difoto oleh Gerald Rhemann di observatorium ruang angkasa Namibia pada hari Natal 2021 lalu.

Foto bernama Komet Leonard itu memenangkan kompetisi fotografer astronomi tahunan yang diselenggarakan oleh Royal Observatory Greenwich London, Inggris.

Dikutip dari BBC, Jumat (16/9), komet itu pertama kali terlihat pada 2021 lalu. Setelah berhasil dipotret, kini komet itu telah meninggalkan tata surya dan melanjutkan perjalanan ruang angkasanya.

Foto Komet Leonard sendiri dianggap oleh Royal Observatory sebagai foto yang luar biasa.

"Komet terlihat berbeda dari jam ke jam - itu adalah hal yang sangat mengejutkan," ungkap Rhemann.

Saat memotret, Rhemann tidak mengetahui jika ekor komet akan terlepas sehingga meninggalkan debu yang bersinar di belakangnya.

"Saya sangat senang mengambil foto ini. Ini adalah hal penting di karir fotografi saya," jelasnya.

Astronom Dr Ed Bloomer mengungkapkan foto itu adalah salah satu foto komet terbaik dalam sejarah.

"Astrofotograf (fotografi astronomi) yang sempurna adalah perpaduan antara sains dan seni. Tidak hanya secara teknis canggih dan memproyeksikan pemirsa ke ruang gelap yang dalam, tetapi juga secara visual menarik dan emosional," kata Dr Hannah Lyons, asisten pencipta seni di Royal Museums Greenwich.

Bukan hanya Rhemann, namun dua anak berusia 14 tahun dari China bernama Yang Hanwen dan Zhou Zezhen turut memenangkan kompetisi untuk foto terbaik dari Galaksi Andromeda.

"Saya pikir foto ini menunjukkan betapa cantiknya tetangga (Galaksi Andromeda) terdekat kita," kata Yang Hanwen.

Dr Lyons mengatakan dia "terpesona" oleh kualitas fotografer muda sebab berhasil "memberikan gambar yang paling luar biasa".

Berbagai foto lain turut mendapatkan penghargaan dalam kegiatan itu, seperti foto Cahaya Kutub Utara yang diambil oleh fotografer asal Slovakia bernama Filip Hrebenda, kemudian foto bulan yang diambil oleh fotografer Hungaria bernama Peter Szabo, selanjutnya foto IC 1805 sebuah area yang penuh dengan gas dan debu bintang yang diambil oleh fotografer asal Hongaria, Peter Feltoti, juga dengan foto Helix Nebula yang diambil oleh Weitang Liang, lalu foto matahari yang diambil oleh Pauline Wolley, dan terakhir foto Galaksi Bima Sakti yang diambil oleh Lun Deng.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]