Ini Harus Dilakukan Jika Penumpang Alami Pelecehan Seksual dari Mitra Gojek

Merdeka.com - Merdeka.com - Pengemudi maupun pelanggan Gojek kini bisa memanfaatkan fitur tombol darurat yang ada dalam aplikasi Gojek ketika mendapatkan tindakan pelecehan seksual. Korban juga bisa melaporkan melalui call center Gojek jika mendapatkan perlakuan mengarah pada tindak pelecehan ketika menggunakan jasa Gojek.

"Saya imbau buat mitra dan pelanggan untuk menggunakan tombol darurat atau menghubungi call center kalau ada pelanggaran yang membuat ketidaknyamanan (karena pelecehan). Ini bisa dipakai buat pelanggan dan mitra," kata Senior Vice President Corporate Affairs Gojek, Rubi W. Purnomo pada webinar Dukungan Ekosistem Digital dalam Pemulihan Ekonomi Nasional, Jakarta, Kamis (4/8).

Rubi menuturkan, perlindungan dan keamanan menjadi perhatian penting dalam ekosistem Gojek. Pihaknya akan menindaklanjuti berbagai laporan atau aduan terkait dugaan tindak pelecehan seksual.

"Baik yang dialami mitra atau pelanggan kami akan ambil langkah-langkah," kata dia.

Pihaknya akan memberikan pendampingan yang berupa kesehatan fisik maupun psikis sampai korban pulih. Sementara untuk pelaku, Gojek tidak akan segan untuk melakukan tindakan tegas.

Langkah Preventif

"Ke korban kami Gojek akan memberikan perawatan fisik maupun psikis kalau diperlukan dan terduga pelaku akan kami tindak," katanya.

Sebagai langkah preventif, para mitra pengemudi telah diberikan edukasi melalui pelatihan khusus. Mereka juga diberikan modul yang bisa dipelajari agar terhindar dari pelecehan seksual.

"Kita ingin menciptakan budaya yang aman dan nyaman di ruang publik," kata dia mengakhiri. [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel