Ini Hasil Uji Lab Penyebab Ikan Naik ke Darat di Jakarta

Merdeka.com - Merdeka.com - Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta mengumumkan hasil uji laboratorium air laut serta ikan di Pulau G dan Pantai Mutiara terkait fenomena segerombolan ikan yang naik ke daratan. Kepala Bidang Kelautan Dinas KPKP DKI Jakarta Imam Fitrianto mengatakan, penyebab ikan naik ke daratan adalah dampak dari perubahan iklim.

"Penyebabnya kemungkinan karena dampak perubahan iklim karena beberapa hari sebelum kejadian, hujan deras terjadi berturut-turut sehingga air tawar bertambah masuk ke laut sehingga ikan-ikan ini berusaha naik mencari wilayah yang lebih nyaman untuk mereka dan menuju ke sisi pesisir," kata Imam saat dikonfirmasi, Rabu (7/12).

Iman juga menambahkan, ikan-ikan yang naik ke darat tersebut aman untuk dikonsumsi. "Ikan-ikan tersebut aman untuk dikonsumsi dan tidak ada ditemukan pencemaran," tambah Imam.

Lebih lanjut, Imam menegaskan bahwa fenomena ini tidak berbahaya dan bukan tanda-tanda akan terjadinya gempa bumi.

"Tidak berbahaya dan bukan tanda peringatan gempa. Kami sudah berkoordinasi dengan BMKG terkait hal ini dan dipastikan tidak ada tanda-tanda gempa di wilayah tersebut," jelas Imam.

Sebelumnya, viral video dari akun Tiktok @hijiwanci yang memperlihatkan ribuan ikan di Pulau Onrust naik ke permukaan bahkan hingga mencapai daratan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, air laut yang surut dan kondisi gelap bulan, membuat ikan-ikan mencari sumber cahaya lain, salah satunya ke daratan.

Tidak hanya itu, Pusat Meteorologi Maritim BMKG mengatakan, fenomena segerombolan ikan naik ke darat sering terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Ia juga mengatakan, masyarakat tidak perlu panik karena ini merupakan fenomena umum.

"Ya memang fenomena ini kerap kali terjadi di beberapa wilayah dan tidak hanya sekarang saja tapi juga di beberapa waktu yang lalu, di tahun kemarin, dua tahun kemarin. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, panik, apalagi dikaitkan dengan terjadinya gempa, tidak ada kaitannya ya," kata Eko kepada merdeka.com, Kamis (1/12).

Eko mengungkapkan ada ikan paus dan hiu yang sempat terdampar di darat. "Bahkan ada ikan-ikan yang jauh lebih besar seperti paus dan hiu, banyak terdampar di beberapa wilayah. Sebut saja di NTT, di utara Jawa Timur, selatan Jawa Timur, lain-lain sebagainya," tambah Eko.

Meskipun demikian, BMKG belum dapat memprediksi kapan ikan-ikan tersebut ke daratan. Namun, selama empat tahun terakhir, fenomena ikan ke daratan muncul setiap tahun.

"Masih belum bisa diprediksikan (kapan ke darat). Dalam 4 tahun terakhir, sepertinya terjadi tiap tahun," ujar Eko. [ray]