Ini Instruksi Panglima TNI untuk Pasukan Elit Pencari Sriwijaya SJ182

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto terus memantau seluruh proses pencarian dan penyelamatan pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di sekitar perairan Kepulauan Seribu pada hari Sabtu siang, 9 Januari 2021 lalu.

Marsekal Hadi Tjahjanto juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh prajurit TNI dan tim SAR yang telah terlibat dalam pencarian pesawat yang membawa 50 penumpang dan 12 orang kru hingga titik atau lokasi jatuhnya pesawat rute Jakarta-Pontianak itu sudah ditemukan.

"Saya ucapkan terima kasih banyak, hanya dalam waktu kurang dari 24 jam kita telah berhasil menemukan titik jatuhnya, pesawat sudah bisa kita temukan dan serpihan-serpihan juga sudah bisa kita temukan," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dikutip VIVA Militer dari keterangan resmi Puspen TNI, Senin, 11 Januari 2021.

Dia menambahkan, kerja keras para prajurit TNI dan Tim SAR Gabungan dalam proses pencarian harus terus dilanjutkan untuk mengangkat puing-puing pesawat dan para korban yang saat ini masih ada di kedalaman sekitar 20 meter di bawah permukaan laut perairan Kepulauan Seribu.

"Termasuk juga menemukan dua black box yang sudah terlihat indikasinya," ujarnya.

Lebih jauh dia katakan, kerja keras para personel TNI dan Tim SAR gabungan dalam proses pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ182 telah mendapatkan perhatian dari dunia internasional, khususnya dunia penerbangan internasional.

"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih, kita terus bekerja keras, bahwa kita menunjukkan kepada dunia penerbangan bahwa kita mampu menemukan titik jatuhnya pesawat, dan mereka pun memonitor kerja kita," kata Panglima TNI.

Orang nomor satu di TNI itu juga mengingatkan kepada seluruh personil TNI khususnya para penyelam yang melakukan pencarian di bawah laut untuk tetap berhati-hati dalam menjalankan misi kemanusiaan tersebut. Karena proses pencarian korban Sriwijaya Air SJ182 merupakan tugas berat yang mengandung resiko yang tidak ringan.

"Terus semangat, kemudian tetap sefty, terutama dalam menyelam, termasuk juga sefty ketika memegang body part dari korban, itu berbahaya," kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Baca juga: Kerja Gila TNI AL, Mantan Penjaga Nyawa Jokowi Ikut Cari Sriwijaya Air