Ini Isi Surat Jenderal TNI Gatot ke Jokowi Soal Tak Hadir di Istana

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 1 menit

VIVA – Teka-teki isi surat Panglima Tentara Nasional Indonesia ke 19, Jenderal TNI (Purnawirawan) Gatot Nurmantyo ke Presiden Joko Widodo, terkait ketidakhadirannya dalam pemberian bintang tanda jasa mahaputera di Istana Presiden, Jakarta, akhirnya terkuak.

Isi surat itu Jenderal TNI kelahiran Tegal, Jawa Tengah itu diungkap Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD.

Dalam wawancara dengan tvOne dilansir VIVA Militer, Rabu 11 November 2020, Mahfud MD mengatakan, ada beberapa alasan ketidakhadiran Jenderal Gatot dalam acara itu.

"Alasannya ada tiga, yang pertama saat ini masih dalam suasana COVID, lalu kala kata Mayjen TNI TB Hasanuddin biasanya diberikan di bulan Agusutus. Yang ketiga dia merasa belum bekerja dengan baik," kata Mahfud.

Sementara itu menurut Mahfud MD, dalam surat yang dikirimkan Jenderal Gatot berisi tulisan sebanyak 6 alinea

"Alinea pertama mengatakan, dia menerima dan berterima kasih kepada kepala negara. Alinea ketiga mengatakan, Kami tidak bisa hadir hari ini karena 3 alasan itu, dan alinea terakhir, mengucapkan terima kasih kami sama sekali tidak berniat menolak, tapi karena alasan waktu semata," kata Mahfud MD.

Perlu diketahui, Jenderal Gatot Nurmantyo tidak hadir dalam acara pemberian tanda kehormatan yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Hanya saja dia mengirimkan surat melalui Menkopolhukam.

Tanda kehormatan Bintang Mahaputera dianugerahkan kepada total 46 penerima dengan berdasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 118/TK Tahun 2020 yang ditetapkan tanggal 6 November 2020 dengan rincian Bintang Mahaputera Adipradana dianugerahkan kepada 32 penerima dan Bintang Mahaputera Utama kepada 14 penerima.

Baca: Sosok Jenderal TNI di Bandara Soetta saat Rizieq Shihab Tiba dari Arab