Ini Jadinya Bila PPnBM Mobil Enggak Dihapus

Yunisa Herawati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah berencana menghapus sementara pajak barang mewah atau PPnBM untuk kendaraan bermotor jenis mobil tertentu. Hal ini akan dilakukan dalam waktu dekat.

Menurut Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, upaya ini dilakukan untuk memancing minat masyarakat melakukan pembelian kendaraan bermotor.

Tahun lalu, angka penjualan mobil dan kendaraan beroda empat atau lebih hanya sebanyak 550 ribuan unit saja. Sementara, biasanya volume perdagangan otomotif di segmen tersebut berada di angka 1 juta unit.

Mendag menjelaskan, ada alasan khusus mengapa negara berani memberikan insentif yang besarannya akan dibuat berjenjang hingga akhir tahun tersebut.

“Kenapa memilih memberi insentif kepada otomotif, karena industri ini mempekerjakan banyak high skill labor. Jumlahnya hampir 1,5 juta orang. Kalau dikali multiplikasinya, menurut Bappenas itu lebih dari 3,32 juta pekerja,” ujarnya saat konferensi pers virtual, dikutip VIVA Otomotif Sabtu 27 Februari 2021.

Mendag mengatakan, efek turunnya pembelian unit mobil pada tahun lalu membuat pabrikan memiliki stok yang sangat banyak, meski sebagian sudah dikapalkan ke luar negeri.

“Stok itu dikurangi dengan cara memberi insentif agar orang mau belanja. Kalau seumpama tidak ada insentif dan stok masih banyak, mereka (produsen) akan menutup pabriknya,” tuturnya.

Saat ini, pemerintah juga sedang mengambil langkah lain untuk memulihkan industri otomotif nasional, yakni berusaha melobi negara yang membutuhkan banyak stok kendaraan dari negara lain.

“Jumlah ekspor otomotif kita pada 2019 itu lebih dari 310 ribu mobil, dengan hasil devisa kira-kira US$8,2 miliar. Pada 2020 turun hampir 20 persen, jadi cuma 250 ribu unit mobil dan devisa menjadi US$6,6 miliar,” jelasnya.