Ini Jawaban Mengapa Presiden Butuh Pesawat

TRIBUNNEWS.COM, JAKaRTA - Pihak Istana Kepresidenan RI melalui Sekretariat Negara (Setneg) menjelaskan alasan pembelian pesawat ketimbang carter pesawat seperti yang dilakukan Presiden SBY selama ini ketika bepergian melakukan kunjungan kerja ke daerah atau ke luar negeri.

Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Lambok Nahattands di kompleks Istana Presiden Jakarta Kamis (9/2/2012)  mengatakan keputusan menggunakan pesawat Boeing Bussiness Jet 2 Green Aircraft ini atas tiga aspek alasan efisiensi dan efektivitas:

- Aspek Keamanan (safety dan security)
- Aspek  Operasional
- Aspek  Ekonomi

Menurut Lambok pesawat carter memiliki risiko keamanan (safety dan security) yang lebih tinggi karena selain digunakan untuk mendukung penumpang VVIP, pesawat itu juga digunakan untuk penerbangan komersil.

"Pesawat carter tidak dilengkapi peralatan navigasi, komunikasi, cabin, infligh entertainment," ujarnya.

Dari sisi operasional pesawat pelayanan, kenyamanan dan kesiapan pesawat carter tidak optimal. "Rekonfigurasi pesawat certer menjadi VVIP membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga kesiapan pesawat tidak bisa 24 jam penuh," ujarnya.

Dikatakan konfigurasi pesawat carter menjadi VVIP tidak maksimal dan senyaman layaknya pesawat khusus kepresidenan. "Pesawat carter yang bisa terbang jauh hanya pesawat-pesawat berbadan besar sehingga tidak bisa mendarat di bandara kecil," ujarnya.

Padahal penerbangan VVIP membutuhkan pesawat yang mempu terbang jauh dan mendarat di bandara kecil. "Untuk penerbangan jarak jauh pesawat yang dicerter harus menggunakan pesawat berbadan besar dengan kapasitas penumpang yang banyak agar penerbangan tidak terlalu sering berhenti untuk mengiisi bahan bakar," ujarnya.

Hal ini menyebabkan kapasitas pesawat carter tidak sesuai (terlalu besar) untuk rombongan presiden. Dikatakan operasional pesawat khusus Kepresidenan lebih optimal karena pelaksanaan koordinasi operasional lebih efektif karena berada pda jalur koordinasi sekretariat militer.

"Pasukan pengamanan Presiden, TNI AU dan sekretariat negara secara langsung dimana dukungan kesiapan pesawat dapat dilakukan 24 jam nonstop. Dukungan terhadap kegiatan VVIP menjadi optimal karena perlengkapan dan system komunikasi telah disesuaikan dengan kebutuhan VVIP," ujarnya. (Aco)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.