Ini Jawaban Tasya Kamila Kenapa Pertahankan BlackBerry Jadul

Laporan Wartawan Tribunnews.com Agustina

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menjadi Duta Konsumen Cerdas dari Kementerian Perdagangan sejak tahun 2011 membuat Tasya Kamila selektif mengeluarkan uang. Ia juga sering berbagi pengalaman membeli suatu barang.

"Aku mengajak masyarakat agar menjadi konsumen cerdas. Konsumen cerdas itu tahu hak dan kewajibannya," kata mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini.

Dia mengajak keluarga, teman, dan edukasi ke orang-orang dari anak-anak sampai ibu-ibu menjadi konsumen cerdas. Karena anak-anak dan para ibu merupakan potensial buyer.

Tasya dan tim pernah mengajak mereka terjun langsung ke toko-toko ritel. Mereka dibekali booklet tentang barang berkualitas dan menjadi pengawas mandiri.

Sebelum membeli barang Tasya harus meneliti, misalnya belanja di supermarket, lihat kemasan barang apakah masih bagus, apakah ada label perusahaan dan barcode, jika produk berbentuk kaleng apakah kondisinya masih bagus, perhatikan tanggal kadaluarsa.

Untuk beberapa bareng tertentu harus mencantumkan SNI. Untuk barang elektronik selain tanda SNI, buku manual harus menggunakan bahasa Indonesia , dan kartu garansi.

"Sebelum membeli, aku pilih barang berkualitas, dan membeli sesuai kebutuhan, kalau masih punya barang yang bisa digunakan kenapa harus membeli," lanjut Tasya yang menerapkan prinsip tersebut pada gadget-nya.

Meskipun memiliki dua gadget yang berbeda jenis, tetapi ia tak berniat ganti dengan jenis yang terbaru atau menambahnya.

"Blackberry aku udah aku pakai sejak 2010, sampai dua keypad X dan V copot. Tapi aku bertahan karena masih bisa dipakai, meski sempat diceng-cengin teman 'kasihan banget deh lo, masih pakai BB gitu', aku cuek aja," kata pemain film "Rumah Kentang" ini.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.