Ini Jenis Sayuran Miskin Nutrisi

TRIBUNNEWS.COM - Nutrisi dalam sayuran, seperti vitamin dan mineral sangat dibutuhkan oleh tubuh. Tidak heran bila sayuran diwajibkan dalam menu, apakah untuk sarapan, makan siang atau makan malam.

Tapi Anda perlu tahu bahwa ternyata tidak semua sayuran memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Anda perlu pandai dalam memilih menu yang sehat, mengetahui sayuran yang memiliki kandungan nutrisi sangat rendah. Berikut ini sayuran yang "miskin" nutrisi seperti dikutip Self Magazine.

Seledri

Seledri dengan panjang sekitar 20 cm hanya mengandung 6 kalori, apakah cukup nutrisi hanya dari seledri sepanjang itu? Jawabannya bisa saja ya, tapi Anda harus memakannya dalam jumlah yang lebih banyak lagi.

Seledri mengandung kalsium, vitamin C, serat dan vitamin K, yang hanya Anda dapatkan bila dimakan dalam jumlah yang banyak. Wortel lebih disarankan untuk menu sehat Anda. Rendah kalori tapi mengandung banyak beta karoten dan vitamin. Rasa manis pada wortel dapat menambah variasi rasa pada masakan.

Mentimun

Kalori yang dikandung mentimun sangat rendah. Secangkir irisan mentimun hanya mengandung 16 kalori, kandungan nutrisi yang lain juga sangat rendah. Faktanya, mentimun hanya mengandung 5% bahkan lebih rendah yang dibutuhkan oleh tubuh setiap hari dari kebutuhan kalium, magnesium, mangan, dan vitamin C. Lebih dianjurkan makan sayuran bayam, yang mengandung zat besi, beta karoten dan serat lebih tinggi.

Kol

Sayuran ini biasanya sebagai pelengkap masakan. Bila dimakan memberikan rasa lezat dan sensasi segar. Namun untuk pilihan makanan sehat, sebaiknya pilihlah daun selada. Daun selada memiliki kandungan beta karoten lebih tinggi dibandingkan kol. Beta karoten sangat dibutuhkan bagi kesehatan mata dan kulit.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.