Ini Julukan Enam Presiden Indonesia

·Bacaan 3 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mengunggah julukan untuk enam Presiden Republik Indonesia. Masing-masing Presiden memiliki pencapaian berbeda-beda semasa menjabat.

Presiden pertama RI Soekarno disebut Bapak Proklamator. Presiden kedua Soeharto dijuluki Bapak Pembangunan.

Lalu, BJ Habibie, Gus Dur, Megawati hingga Susilo Bambang Yudhoyono juga mendapat julukan, karena mereka turut meninggalkan warisan bagi bangsa.

Simak enam julukan Presiden RI yang diunggah di akun IG @kemensetneg.ri seperti dilihat Minggu (17/4):

1. Soekarno (Bapak Proklamasi)

ilustrasi presiden soekarno
ilustrasi presiden soekarno

Soekarno ©2020 Merdeka.com

Sukarno, atau lebih dikenal dengan sebutan Bung Karno, adalah Presiden pertama Republik Indonesia.

Sosok yang lahir di Blitar, Jawa Timur, pada 6 Juni 1901 ini memiliki peranan penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda.

Bung Karno yang membacakan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

2. Soeharto (Bapak Pembangunan)

sosok presiden soeharto
sosok presiden soeharto

Soeharto ©Kemdikbud.go.id

Soeharto adalah Presiden ke-2 Republik Indonesia. Beliau lahir di Kemusuk, Yogyakarta, pada 8 Juni 1921.

Julukan Bapak Pembangunan yang tersemat pada Presiden Soeharto karena memfokuskan program kerjanya terhadap pembangunan ekonomi dan menciptakan landasan untuk pembangunan.

Pemerintahannya mencetuskan Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita).

3. BJ Habibie (Bapak Teknologi)

bj habibie
bj habibie

BJ Habibie ©2012 Merdeka.com/mudasir

Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie diangkat menjadi Presiden ke-3 Republik Indonesia. Beliau lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936.

BJ Habibie, yang di masa kecilnya biasa disapa Rudy, dikenal memiliki kecerdasan luar biasa di bidang teknologi dan industri pesawat terbang. Itulah alasan BJ Habibie disebut sebagai Bapak Teknologi.

Pesawat N250 Gatotokaca merupakan pesawat buatan Indonesia pertama yang digagas BJ Habibie.

4. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Bapak Pluralisme)

gus dur
gus dur

Gus Dur ©Reuters

Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur adalah tokoh Muslim Indonesia dan pemimpin politik Indonesia yang menjadi Presiden ke-4 Republik Indonesia. Beliau lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 7 September 1940.

Gus Dur mendapatkan julukan Bapak Pluralisme karena beliau memberikan gagasan-gagasan universal mengenai pentingnya menghormati perbedaan sebagai bangsa yang beragam dan lantang dalam membela minoritas.

Salah satu buktinya adalah pencabutan peraturan yang melarang kegiatan adat warga Tionghoa secara terbuka seperti perayaan Imlek.

5. Megawati Soekarnoputri (Ibu Penegak Konstitusi)

megawati soekarnoputri
megawati soekarnoputri

Megawati Soekarnoputri Merdeka.com / Dwi Narwoko

Setelah Gus Dur, tongkat estafet pemerintahan Indonesia dilanjutkan oleh Megawati Soekarnoputri yang menjadi Presiden ke-5 Republik Indonesia.

Megawati lahir di Yogyakarta pada 23 Januari 1947. Dalam sejarah pemerintahan Indonesia, Megawati tercatat sebagai Presiden wanita pertama di Indonesia.

Beliau juga sebagai pencetus berdirinya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menyiapkan sistem pemilihan umum (pemilu) pertama kali, ketika masyarakat Indonesia dapat memilih langsung presiden dan wakil presiden, di samping memilih calon anggota legislatif. Itulah alasan Megawati Soekarnoputri diberi julukan Ibu Penegak Konstitusi.

6. Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY (Bapak Perdamaian)

presiden sby tiba dari singapura
presiden sby tiba dari singapura

Susilo Bambang Yudhoyono ©2014 merdeka.com/imam buhori

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah Presiden ke-6 Republik Indonesia. Lahir di Pacitan, Jawa Timur pada 9 September 1949, SBY mempunyai latar belakang militer, namun ia mengundurkan diri dari karier militernya setelah diangkat menjadi Menteri Pertambangan dan Energi tahun 1999 oleh Gus Dur.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijuluki sebagai Bapak Perdamaian karena pada masa jabatan beliau sebagai Presiden, Indonesia banyak berpartisipasi dalam misi perdamaian dunia, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Di masa pemerintahannya, Perjanjian Perdamaian Aceh melalui Nota Kesepahaman Helsinki disepakati. Beliau juga membangun Pusat Perdamaian dan Keamanan atau Indonesia Peace and Security Center (IPSC). [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel