Ini Jumlah Kekuatan Polri Amankan KTT G20 di Bali

Merdeka.com - Merdeka.com - Tujuh ribu personel Kepolisian akan dikerahkan untuk mengamankan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Pulau Bali. Para personel akan ditempatkan di banyak tempat untuk mengantisipasi potensi gangguan selama hajatan internasional tersebut berlangsung.

"Untuk KTT nanti kita direncanakan sekitar 6.826 personel itu sudah kita setting kemarin. Dan dapat instruksi dari Mabes Polri akan ditambah 20 persen dari itu, jadi sekitar tujuh ribu sekian, 20 persen itu sebagai pasukan cadangan, kita gabungan Polda Bali dan Mabes Polri," kata Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra usai memimpin apel gelar pasukan di Central Parking ITDC Nusa Dua, Badung, Bali, Senin (12/9).

Di antara penempatan personel keamanan adalah di pintu masuk di Bali. Seperti Pelabuhan Benoa Denpasar, Pelabuhan Gilimanuk Kabupaten Jembrana, Pelabuhan Padangbai Kabupaten Karangasem dan Pelabuhan Celukan Bawang Kabupaten Buleleng, serta Bandara I Gusti Ngurah Rai di Kabupaten Badung.

"Kita tempatkan anggota-anggota kita baik terbuka maupun tertutup yang melaksanakan operasi pengawasan, pengecekan secara rutin maupun pengamatan-pengamatan berdasarkan informasi yang kita terima. Itu kira-kira pola kita untuk mengamankan situasi Bali terhadap gangguan-gangguan yang sifatnya kontigensi," imbuhnya.

Sementara, terkait pencegahan dan penindakan terhadap potensi ancaman teror, Polda Bali berkoordinasi dengan Detasemen Khusus Anti-Teror (Densus) 88 Mabes Polri.

"Itu sudah merupakan bagian utuh dari operasi kita yang berlangsung mulai Desember kemarin sampai nanti akhir Bulan November 2022 nanti," jelasnya.

Dia juga menyebutkan, khusus untuk masalah yang bersifat kontigensi kejahatan-kejahatan intensitas tinggi, Polda Bali di-backup Mabes Polri dan Densus 88.

"Dan dia (Densus 88) sudah melaksanakan sesuai dengan fungsinya mendeteksi kantong-kantong mana dan orang-orang siapa yang perlu diwaspadai. Kalau, misalnya memang dianggap cukup rawan dan menurut dari Densus bisa diambil tindakan pasti diambil tindakan," ujarnya.

"Buktinya, kita ada sesuatu yang kecil sebelum terjadi kita lebih baik melakukan upaya sebelum itu terjadi. Nah ini sudah dilakukan Densus untuk melaksanakan kegiatan pengamanan. Jadi suatu kegiatan yang komprehensif terencana dari mulai awal sampai dengan pelaksanaan nanti," lanjutnya.

Selain itu, secara preventif Polda Bali menempatkan sejumlah CCTV yang memang sudah terintegrasi dan pengawasan melalui pintu-pintu masuk di tempat lokasi kegiatan.

"Dan CCTV itu, bukan CCTV yang umum saja. Tapi CCTV yang mempunyai kemampuan yang sudah digabungkan dengan data-data yang kita punyai, sebagai orang-orang yang dicurigai masuk dalam rekaman itu, bisa kita antisipasi termasuk juga mendeteksi pelat-pelat nomor yang memang dicurigai yang bisa menjadi bahan kita untuk menunjukkan kesiapan kita untuk pengamanan," ujarnya. [cob]