Ini kata Direktur Telkom soal pentingnya transformasi ekonomi digital

Risbiani Fardaniah

Direktur Digital Business PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) Fajrin Rasyid menyampaikan bahwa transformasi ekonomi digital di Indonesia merupakan keharusan.

"Apa sih transformasi digital? Kami di Telkom melihat transformasi digital menyangkut empat hal yakni transforming operational process, customer experience, transforming business model, dan digital service," papar Fajrin Rasyid dalam diskusi daring di Jakarta, Jumat.

Ia mengemukakan transforming operational process yakni perusahaan memanfaatkan digital untuk mengefisiensikan proses yang sudah berjalan, misalnya dengan membuat aplikasi untuk mengefisiensikan proses.

Mengenai customer experience, lanjut dia, perusahaan atau brand harus siap memanfaatkan digital untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dari berbagai channel atau customer touchpoint.

Baca juga: Asosiasi Ecommerce harap presiden perkuat ekonomi digital

"Kalau kita melihat apa yang terjadi selama 10 tahun terakhir, konsumen semakin instan. Sosmed membuat jarak antara orang dan brand semakin dekat. Jadi banyak yang menggunakan sosmed karena merasa bisa di-solve segera," katanya.

Terkait transforming business model, Fajrin mengatakan perusahaan harus dapat ekspansi ke bisnis-bisnis baru dari sebelumnya tidak ada dan dengan digital menjadi ada.

"Kita melihat banyak industri baru yang bermunculan. Ada digital platform dan ini akan menjadi fokus Telkom ke depan. Kita bicara soal cloud computing, data center, soal IoT (Internet of Things), payment, dan lain-lain," ucapnya.

Baca juga: ASEAN, China tingkatkan kerja sama ekonomi digital

Sementara mengenai digital service, Fajrin menyampaikan merupakan layanan perusahaan yang menyentuh konsumen akhir.

"Ini juga akan menjadi fokus Telkom ke depan di mana kalau saya ringkas Telkom sudah memliki basis kuat di connectivity. Dan Telkom akan menggunakan strength di sini untuk bisa ekspansi ke digital platform dan servis untuk menjadi digital telco company terdepan," ucapnya.

Baca juga: Peneliti: Ekonomi digital perlu dibarengi perlindungan konsumen