Ini kata ekonom soal pencairan stimulus

Ahmad Wijaya
·Bacaan 2 menit

Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi mengatakan pencairan stimulus menjadi salah satu pendongkrak pertumbuhan ekonomi tahun ini.

"Pencairan terakhir stimulus itu berdampak terhadap ekonomi hingga 1 persen. Jika 100 persen direalisasikan itu bisa mendorong 3,96 persen. Artinya kalau stimulus bisa dicairkan lebih baik lagi, sampai 100 persen itu bahkan kita punya kemungkinan tumbuh positif tahun ini," katanya dihubungi di Jakarta, Senin.

Selain pencairan stimulus, Fithra juga menekankan pentingnya memelihara aspek kesehatan. Hal itu juga sebagaimana pesan Presiden Jokowi di mana Indonesia tidak akan mampu me-restart ekonomi tanpa melibatkan variabel kesehatan.

Menurut Fithra, pernyataan tersebut relevan lantaran konsumsi sebagai penopang pertumbuhan ekonomi turut melesu karena risiko pandemi Covid-19.

Ia menuturkan dari sisi konsumsi, masyarakat kelas atas yang merupakan 20 persen penduduk berpengeluaran tertinggi mengalami kontraksi keinginan untuk berbelanja yang kemudian berpengaruh terhadap penurunan konsumsi.

"Ini bisa dilihat dari pertumbuhan DPK perbankan yang meningkat yang artinya mereka lebih banyak menabung, peningkatan harga emas hingga tren naiknya harga obligasi bertenor 10 tahun," katanya.

Indikasi tersebut menunjukkan masyarakat kelas atas yang berpengaruh besar terhadap konsumsi justru menahan pengeluaran untuk mengurangi risiko jangka pendek karena Covid-19.

"Selama Covid belum selesai, risiko masih terlalu besar. Makanya keinginan berbelanja terbatas. Kalau risiko itu dikurangi, maka ada peluang di situ," imbuhnya.

Menurut Fithra, perekonomian Indonesia masih cukup solid meski di tengah kondisi pandemi. Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan dua tahap di ibu kota pun dinilai terus menunjukkan kemampuan pulihnya ekonomi karena sejumlah indikator yang membaik.

"Kegiatan dunia usaha sudah mulai bouncing, Purchasing Managers Index (PMI) mulai meningkat ke tahap ekspansi. Dari sisi ini perekonomian kita lebih solid. Kita sudah lebih adaptif, seharusnya kemampuan bouncing jadi lebih besar," tutupnya.

Baca juga: Indonesia resesi, Indef sarankan pemerintah rombak stimulus PEN
Baca juga: Sri Mulyani: Perbaikan kinerja ekonomi didorong peran stimulus fiskal