Ini Kata Korban Penganiayaan Paman Pedagang Pasar Bogor yang Mengadu ke Jokowi

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Kasus penganiayaan yang melibatkan Ujang Sarjana di Pasar Bogor mendadak jadi sorotan nasional. Gara-garanya, kerabat Ujang melaporkan kasus ini ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat kunjungan ke Pasar Bogor, Kamis (21/4) kemarin.

Kurnialih, Keponakan Ujang Sarjana teriak menangis histeris. Membuat sang presiden datang menghampiri. Dalam obrolan itu. Kurnialih mengaku pamannya, Ujang Sarjana ditangkap polisi karena melawan pungli.

Namun fakta lain diungkap Polres Bogor. Ujang disebut terlibat penganiayaan. Salah seorang korbannya, Andriansyah, yang juga berprofesi sebagai pedagang buka suara.

Andriansyah mengaku dikeroyok oleh 7 orang yang tidak dikenalnya. Sebelum dikeroyok, dia sedang berjualan air mineral dan rokok yang menjadi mata pencahariannya sehari-hari.

"Tapi saya dibatasi tidak boleh jualan di salah satu gang oleh Ujang Sarjana. Terus cekcok adu mulut. Terus ada yang mukul teman saya, Ade Komeng. Pas saya mau bantu malah ikut dikeroyok. Tangan saya memar bengkak," kata Andriansyah kepada wartawan, Jumat (22/4).

Dalam pertikaian itu, dia menegatakan, Ujang dan rekan-rekannya melarang dirinya untuk berjualan rokok di area tersebut.

"Dia bilang saya nggak boleh jualan rokok. Suruh bilang kakak saya yang saya jualan, supaya bagi hasil dari penjualan rokok," katanya.

Keterangan Andriansyah diperkuat oleh Kapolresta Bogor Kota, Kombes Susatyo Purnomo Condro. Dia menjelaskan, ada dua korban dalam kasus ini.

Yakni Andriansyah dan Agus Susanto yang dikeroyok Ujang dan temannya pada Jumat, 26 November 2021 sekitar pukul 02.30 WIB.

"Saat itu, korban sedang berjualan ditegur oleh tersangka dalam hal ini adalah Ujang Sarjana. Kemudian, Ujang melakukan pengeroyokan bersama terhadap kedua korban," kata Susatyo saat dihubungi, Jumat (22/4).

Menurutnya, Ujang Sarjana ditetapkan sebagai tersangka pada 9 Maret 2022. Susatyo pun memastikan selama proses penyidikan dilakukan secara prosedural, transparan dan hak-hak tersangka untuk menyampaikan saksi-saksi yang meringankan sudah dipertimbangkan.

"Kami juga sudah memberikan ruang melalui sidang praperadilan yang telah dilakukan dan diputuskan dalam sidang tersebut. Saat ini sudah dalam proses persidangan. Kami melaksanakan penyidikan berdasarkan fakta dan laporan. Tidak ada kriminalisasi karena ada korbannya," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Seorang wanita berjilbab tersebut teriak menangis saat Jokowi melewati dagangannya. Dia meminta Jokowi menolong sang paman yang ditangkap polisi.

Wanita tersebut sempat dihalangi Paspampres saat hendak mendekat. Kemudian Jokowi menghampirinya. "Melawan Pungli ditangkap polisi, om kami ditangkap polisi. Hanya bapak yang bisa menolong," kata wanita tersebut sambil menangis.

Jokowi pun meminta wanita tersebut tenang. Seskab Pramono Anung langsung mengeluarkan catatan dan menulisnya.

"Yang dipenjara siapa?" kata Pramono.

"Om saya," kata wanita tersebut.

"Namanya siapa?" kata Pramono.

"Ujang Sarjana bapak. Mana mau lebaran, anaknya ada empat," jelas wanita tersebut.

"Cuma bapak yang bisa bantu kami bapak," kata wanita itu sambil terisak. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel