Ini Kesaksian Tetangga Rumah Kontrakan Anwar

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Dodi, seorang pekerja bangunan yang menempati rumah kosong tepat di sebelah kontrakan yang menjadi target penyergapan Densus 88 Senin (10/9/2012) pagi, mengungkap, dirinya sering mendengar suara bor dari dalam rumah kontrakan milik terduga teroris,  Anwar.

Selain suara mesin bor, Dodi juga kerap mendengar suara yang terdengar seperti orang yang memukul-mukul sandsack dari rumah kontrakan tersebut.

"Pernah saya tanya juga, dia cuma bilang lagi latihan. Saya nggak tanya lagi soalnya nggak terlalu kenal juga," ujar Dodi saat ditemui di dekat lokasi penyergapan di Kampung. Jambu, Desa Susukan, Bojong Gede, Selasa (11/9/2012).

Dodi mengaku, meski tinggal bersebelahan, dirinya tidak mengenal orang-orang yang menempati rumah kontrakan di sebelah rumahnya itu.

"Namanya saya nggak tau, nggak pernah tanya. Saya tahunya ada dua orang, yang satu berewokan, yang satu putih orangnya. Yang suka ngobrol sama saya itu yang berewokan," tandas Dodi.

Seperti diketahui Tim Densus 88 dengan membawa Thoriq melakukan penyisiran di Desa Susukan, Bojong Gede, Bogor, Senin (10/9/2012) pagi lalu, dengan target sebuah rumah kontrakan yang diduga dihuni terduga pelaku teroris.

Tetapi penyisiran tersebut, kontrakan yang menjadi target dalam operasi tersebut ternyata ada dalam keadaan kosong.

Pihak kepolisian kemudian mengamankan satu orang bernama Arif yang merupakan warga Desa Susukan yang menurut keterangan warga merupakan sosok yang membawa orang-orang yang tinggal di kontrakan tersebut.

Berita Terkait: Ledakan di Depok
  • Warga Depok Diminta Jangan Mudah Percaya Warga Baru
  • Terlambat, Pemkot Depok Akan Gelar Operasi Yustisi
  • Identitas Korban Cuma Bisa Diketahui Lewat Tes DNA
  • Pria Diduga Anwar Sempat Siuman
  • Indonesia Menjadi Supermarket Ideologi Radikal?
  • Lengan Kanan Pria Diduga Anwar Diamputasi
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.