Ini Kesalahan Umum saat Pasang Kaca Film Mobil

·Bacaan 1 menit

VIVAKaca film saat ini sudah menjadi kebutuhan wajib bagi sebagian besar pemilik mobil di Indonesia. Benda ini dianggap ampuh menangkal panas, membuat kabin jadi lebih nyaman meski matahari bersinar terik.

Sama seperti aksesori lain, kaca film juga mendapat sentuhan teknologi terbaru seiring perkembangan zaman. Hal ini sayangnya masih belum diketahui oleh beberapa pemilik kendaraan.

Ada yang menganggap, pekatnya kaca film menjadi panduan dari kualitas yang diberikan. Semakin gelap, maka kabin akan semakin adem.

Dilansir VIVA Otomotif dari laman resmi V-Kool Indonesia, Selasa 11 Mei 2021, pandangan tersebut kurang tepat karena kemampuan menolak panas bukan ada di tingkat kegelapan, melainkan material yang dipakai.

Sebagai contoh, kaca film dengan kadar gelap 20 persen atau nyaris transparan, kalau material yang dipakai memang mampu menolak sinar infra merah dan ultra violet, maka jika dipasang di mobil akan bisa membuat interior jadi lebih nyaman.

Menurut penyedia kaca film berkualitas premium tersebut, anggapan semakin gelap semakin menolak panas ada karena ketidaktahuan atau keawaman untuk membedakan antara panas dengan silau.

Panas merupakan energi dari sinar matahari yang masuk ke dalam kabin, sedangkan silau adalah intensitas dari cahaya yang berasal dari surya.

Misalnya mobil dipasangi kaca film dengan tingkat kegelapan sebesar 20 persen, pengemudi dan penumpang akan merasa silau saat matahari ada di hadapan mereka. Namun, hawa interior tidak akan menjadi panas.

Kesalahan pemilihan kaca film juga bisa berdampak pada kerusakan pada komponen interior, karena sinar UV juga berbahaya bagi material yang terbuat dari plastik dan kulit.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel