Ini Kisah Suka Duka TKI yang Bekerja di Sekitar Kabah

Laporan Tribunners Darmawan Denassa* dari Mekkah

TRIBUNNEWS.COM - Selain petugas keamanan yang bertugas mengatur jamaah dan kemananan Masjidil Haram di Kota Mekah, Arab Saudi. Terdapat pula petugas kebersihan, penjaga air Zam-zam, mekanik, dan pekerja pengembangan masjid. Petugas ini berasal dari berbagai negera di dunia dan harus muslim. Mereka dapat dibedakan dari warna pakaian yang dikenakan. Seragam hijau untuk pembersih, coklat bagi penjaga air, biru bagi petugas di luar masjid.

Beberapa warga Indonesia bekerja pada di sektor ini di Arab Saudi. Tatang (26 tahun) asal Bogor Jawa Barat salah satunya. “Petugas di sini jumlahnya ribuan dengan tanggung jawab masing-masing.” Ungkapnya.

Dengan upah 749 real setiap bulan, mereka dibagi dalam shift pagi, siang, dan malam. Meski tidak makan tapi terdapat kamar istirahat dan kendaraan yang megantar ke tempat tinggal mereka.

Ada juga Ayi Parij (25 tahun), pemuda asal Cianjur, ia bertanggung jawab menjaga kebersihan di Masjidil Haram Kota Makkah. Menurut Ayi terdapat ratusan warga Indonesia yang bekerja di masjidil terbesar di dunia ini.

“Saya tidak sangka bisa bekerja di sini, saya sangat bangga” katanya ketika saya tanya bagaimana perasaannya bisa bekerja di sekitar baitullah. Dari jumlah ratusan itu, pekerja dari Indonesia di dominasi dari Banten, Jawa Barat, dan beberapa orang Kalimantan.

*Darmawan Denassa adalah Direktur The Gowa Center

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.