Ini Komentar JK Soal Kader Golkar Terjerat Kasus Korupsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla (JK), angkat bicara soal dugaan keterlibatan beberapa kader partainya, dalam kasus tindak pidana korupsi.

Politisi senior partai berlambang pohon beringin menilai, kasus tersebut bisa menyandera dan mengganggu partai manapun.

Bahkan, menurut JK, hal itu dapat mengganggu, apalagi jika di belakangnya nanti ada kampanye hitam dari pihak luar.

"Bisa mengganggu partai siapa saja. Black campaign di belakangnya nanti," ujar JK saat ditemui di kediamannya di Jalan Brawijaya III, Jakarta Selatan, Rabu (11/7/2012) siang.

Terkait kader Golkar yang tersangkut korupsi, lanjut JK, partai tidak dapat mengambil langkah sendiri untuk memutuskan.

Menurutnya, siapa saja yang terlibat korupsi, tidak melihat dari kader partai mana pun, harus mendapat langkah hukum.

Setelah Partai Demokrat dihantam badai melalui sejumlah kasus korupsi, kini partai pimpinan Aburizal Bakrie yang dikabarkan mulai diguncang badai.

Itu tampak dari sejumlah tersangka asal Partai Golkar, seperti legislator Zulkarnaen Djabar pada kasus suap pembahasan anggaran pengadaan Alquran di Kemenag.

Lalu, ada Bupati Buol Amran Batalipo soal kasus suap HGU di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Lantas , ada  Gubernur Riau Rusli Zainal, Bendum Golkar Setya Novanto, serta Wakil Ketua Umum Agung Laksono, yang disebut-sebut terlibat kasus dugaan korupsi PON Riau. (*)

BACA JUGA

  • SBY Makan Siang Bareng Merkel di Restoran Tua Cikini 
  • JK akan Temui Rektor Soal Pemecatan Dekan FKUI 
  • JK: Di Papua Harus Dikembangkan Ekonomi Kreatif 
  • JK Bicara Capres 2014 
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.