Ini Kriteria Warga Jabar yang Jadi Prioritas Tes Massal Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menyelenggarakan rapid test atau pemeriksaan cepat virus corona atau Covid-19 secara massal. Tes massal itu akan diselenggarakan di tiga stadion yang ada di Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan, orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) akan menjadi prioritas dalam rapid test Covid-19. Begitu juga orang yang dekat denag pasien positif corona.

"Pertama semua yang ODP dan 50 orang terdekat dari si ODP, karena teori kesehatan mengatakan potensinya begitu. Sama juga PDP dan 50 yang terdekat dari PDP dan sama juga yang positif terdekat 50 dari yang positif," kata Emil sapaan Ridwan Kamil di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Minggu (22/3/2020).

Prioritas rapid test lainnya adalah para tenaga kesehatan yang menangani kasus terkait Covid-19. Selanjutnya yakni orang-orang yang banyak berinteraksi langsung dengan masyarakat seperti camat, lurah, petugas administrasi hingga pemuka agama.

Bila dalam tes ceppat itu dinyatakan negatif, maka masyarakat akan dipersilakan pulang. "Kalau positif kita akan tes lagi dengan teknologi kedua yang namanya PCR, kalau benar-benar positif maka jangan ke mana-mana, tim akan mutuskan ke rumah sakit," ucapnya.

Kelebihan dari tes cepat ini, kata Emil, pemerintah langsung dapat memetakan lokasi mana saja yang dianggap sebagai persebaran virus corona Covid-19.

"Saya minta warga Bekasi disiplin, seminggu ini betul-betul jangan ke mana-mana, saya titipkan Muspida untuk aktif membubarkan kerumunan-kerumunan karena minggu ini adalah minggu tes massal yang dilaksanakan di Kota Bekasi," ujar dia.

 

150 Ribu Kit Alkes dari China

Banner Rapid Test, Tes Massal Virus Corona Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau Covid-19, Achmad Yurianto menyampaikan, sebanyak 150 ribu kit medis terdiri dari obat dan alat kesehatan yang dijemput dari China telah tiba di Indonesia.

"Kit 150 ribu hari ini sudah berada di Tanah Air," tutur Yurianto di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Minggu (22/3/2020).

Menurut Yurianto, pesawat Hercules milik TNI yang mengangkut ratusan ribu obat dan alat kesehatan untuk penanganan Covid-19 itu saat ini sudah berada di Natuna, Kepulauan Riau untuk transit sejenak. Penerbangan selanjutnya akan langsung menuju ke Jakarta.

"Akan kita sebarkan ke seluruh Tanah Air sesuai pengelompokan risiko atas kasus positif di rumah sakit. Tidak lama lagi kita juga akan datangkan jumlah yang lebih besar sehingga total mencapai satu juta kit," jelas Yurianto.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: