Ini Kronologi Kematian Holly Angela

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa enam saksi mengenai kasus penganiayaan Holly Angela, 36 tahun, di apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Penyelidikan ini juga dilakukan untuk kasus dugaan bunuh diri pada Mister X di tempat yang sama. Dari hasil pemeriksaan tersebut, kepolisian mendapatkan gambaran peristiwa saat penganiayaan berlangsung.

Rikwanto mengatakan, pada pukul 15.00 WIB, Senin, 30 September 2013, Holly sempat main ke rumah ibu angkatnya, Kushandani atau Ani, di Cibubur. "Holly dijemput di apartemen Kalibata," kata dia. Kemudian, pada pukul 21.15, Holly pamit pulang dan kembali ke apartemennya naik taksi. "Sampai di apartemen masih belum ada kejadian apa-apa."

Sekitar pukul 22.38 WIB, Holly menghubungi Ani, menyatakan dia dalam kondisi teraniaya. "Teleponnya tidak ada satu menit," kata Rikwanto. (Baca: Sebelum Tewas, Holly Angela sempat Minta Tolong)

Ani kemudian meminta bantuan kepada teman korban, yakni Umar Hasan, Sulaiman, dan Inal, yang langsung menuju ke apartemen. Di apartemen tersebut, bersama petugas keamanan, mereka masuk ke kamar E 09 AT9 yang ternyata dikunci.

Akhirnya, kata Rikwanto, Sulaiman dan yang lain dibantu tetangga Holly, Richi, mendobrak paksa pintu. "Dikunci, dan anak kuncinya ditemukan di bufet," tuturnya. Richi, kata Rikwanto, sebelumnya juga mendengar percekcokan di kamar Holly, namun mengabaikannya.

Saat masuk, para saksi itu melihat Holly dalam keadaan tertelungkup dengan tangan dan kaki terikat kabel charger telepon seluler. Kondisinya berdarah dan kritis, namun masih bernapas. Polisi juga menemukan besi sepanjang 50 sentimeter serta sarung tangan berlumuran darah. "Diduga pelaku melakukan penganiayaan menggunakan besi ini, tapi kita masih dalami sidik jarinya serta memadumadankan besi di sekitar apartemen, apakah dari luar atau dari dalam kamar," kata Rikwanto.

Rikwanto menjelaskan, Sulaiman dan yang lain tidak melihat seorang pun di dalam kamar selain Holly, namun pintu balkon apartemen terbuka. "Dan, setelah ke balkon, dilihat ke bawah ada yang jatuh." Setelah itu, Sulaiman, Umar, dan Inal membawa Holly ke Rumah Sakit Triadipa. Namun, setibanya di sana, Holly sudah tidak bernapas.

LINDA TRIANITA

Topik Terhangat:

Edsus Lekra |Senjata Penembak Polisi| Mobil Murah |Info Haji| Kontroversi Ruhut Sitompul

|Berita Terpopuler:

Pemerintah AS 'Tutup', Siapa yang Paling Terdampak?

Obama: Anda yang Berseragam Tetap Bertugas

Anggaran Buntu, Pemerintah AS Akhirnya `Shutdown`

Holly Angela Ditemukan dengan Tangan Terikat

Melongok Lobi Meja Makan Ala Jokowi

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.