Ini Kunci Sukses Lamongan Masuk PPKM Level 1

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Lamongan - Lamongan kini masuk zona pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1, setelah sebelumnya sempat bertengger di level 4.

"Alhamdulillah, Lamongan menjadi kabupaten pertama yang masuk asemen level 1 di Jawa Timur. Patut bersyukur atas capaian tersebut, dimana capaian ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak. Namun jangan sampai lengah dan tetap waspada karena COVID-19 masih ada," kata Bupati Lamongan Yuhronur, Rabu (8/9/2021), dikutip dari Antara.

Ia mengapresiasi seluruh masyarakat atas kesabarannya selama ini menghadapi pandemi, dan mengajak seluruh elemen masyarakat tetap mentaati protokol kesehatan, sebab status PPKM level 1 tidak boleh disambut berlebihan.

“Atensi masyarakat sangat tinggi, banyak sekali yang menanyakan Pak kapan wisata dibuka? Pak kapan hajatan bisa dilakukan? Saya jawab oke-oke akan kami buka, tapi perlu pertimbangan, tetap dilakukan pengontrolan dan tidak euforia. Tunggu surat edarannya," kata Yuhronur.

Yuhronur mengatakan, indikator Lamongan dikategorikan sebagai kabupaten yang berada pada level 1 sesuai dengan indikator yang disarankan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Indikator itu meliputi capaian jumlah kasus aktif (positivity rate) Lamongan yang di bawah 5 persen, tracing ratio lebih dari 15 dan melebihi target Kemenkes, dan kasus kematian serta pemakaian kapasitas ruang COVID-19 yang menurun.

"Saya mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan tidak lantas lengah dengan keadaan yang mulai melandai. Dan jangan semua kegiatan lantas dilonggarkan begitu saja, tapi akan dinormalkan secara bertahap serta mengacu sebagaimana ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat," kata mantan Yuhronur yang pernah menjabat Sekda Lamongan tersebut.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kunci Sukses

Terkait kunci suksesnya Lamongan turun dari level 4 menjadi level 1, Yuhronur mengakui bahwa hal tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama seluruh pihak.

"Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, apa yang kami lakukan bersama ini hasilnya bisa terlihat. kuncinya yakni melaksanakan seluruh petunjuk dan aturan baik dari Satgas pusat maupun Kemendagri, sinergitas yang baik dari tiga pilar (Pemkab-TNI-Polri) dan Dinas Kesehatan, dan tentunya adalah masyarakat yang memahami dan mendukung," katanya.

Sementara itu, Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf, Sidik Wiyono mengatakan, TNI-Polri yang berada di wilayah Lamongan akan terus melaksanakan patroli penegakan disiplin protokol kesehatan untuk memastikan masyarakat tetap mematuhi aturan.

"Semua tidak boleh lengah, tidak boleh terlalu bangga, tetap harus melaksanakan disiplin protokol kesehatan karena COVID-18 masih ada, dan sangat mungkin nanti bisa naik lagi jika lengah dan tidak melaksanakan protokol kesehatan," kata Sidik.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel