Ini Letak Astronomis Indonesia Serta Pengaruhnya Iklim dan Waktu

·Bacaan 3 menit

VIVA – Setiap negara memiliki letak geografis dan astronomis masing-masing, termasuk letak astronomis Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar yang terletak di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.

Dilansir dari bps.go.id, Indonesia memiliki pulau sekitar 16.056 dengan luas daerah yang mencapai 1.916.862 kilometer persegi. Jika dilihat secara geografis, negara Republik Indonesia berada pada garis khatulistiwa dan terletak di sepanjang lengan barat cincin api, sehingga Indonesia memiliki banyak lansekap gunung berapi.

Lantas, Bagaimana Letak Astronomis Indonesia?

Pengertian Letak Astronomis

Letak astronomis adalah sistem koordinat lintang dan bujur yang dipakai di bumi. Garis lintang adalah garis horizontal atau garis khayal yang searah dengan garis khatulistiwa atau equator. Sedangkan garis bujur adalah garis secara vertikal yang membagi bumi ke dalam dua bagian dari kutub utara sampai kutub selatan.

Pulau Null adalah titik nol tempat berpotongnya garis lintang dan garis bujur. Sedangkan perairan timur Samudra Atlantik adalah tempat bertemunya garis lintang 0 derajat dan garis bujur 0 derajat.

Letak Astronomis Indonesia

Negara Indonesia terletak pada koordinat 95 derajat sampai 141 derajat bujur timur dan 6 derajat lintang utara sampai 11 derajat lintang selatan. Selain itu, wilayah Indonesia tidak dilalui oleh garis balik utara (Tropic of Cancer) yang menerangkan wilayah paling utara bumi dan terkena sinar matahari secara langsung di atas kepala.

Pengaruh Letak Astronomis Indonesia

Memiliki Iklim Tropis

Garis lintang adalah garis khayal pada peta atau globe yang menyebabkan negara indonesia memiliki iklim tropis dengan ciri-ciri seperti curah hujan tinggi, adanya hutan hujan tropis yang sangat luas, sinar matahari sepanjang tahun, dan tingkat kelembaban udara cukup tinggi.

Selain itu, ketika masa pergantian musim terjadi musim pancaroba. Dalam masa tersebut, perairan Indonesia juga hangat sehingga memiliki biota laut yang sangat beragam. Kemudian suhu udara pun cenderung hangat sehingga berdampak pada berkembang biaknya flora dan fauna.

Memiliki Tiga Zona Waktu

Garis bujur adalah garis khayal dalam peta atau globe yang menghubungkan kutub utara dan kutub selatan. Pengaruh garis bujur ini membuat Indonesia memiliki tiga zona waktu berbeda. Zona waktu tersebut adalah waktu Indonesia bagian barat (WIB), waktu Indonesia bagian tengah, dan waktu Indonesia bagian timur (WIT).

Pembagian zona waktu tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 41 tahun 1988 tentang Pembagian Wilayah Republik Indonesia menjadi 3 wilayah waktu, yaitu:

1. Waktu Indonesia bagian Barat (WIB)

WIB dimulai dari 105 derajat garis bujur timur dengan selisih waktu GMT (Greenwich Mean Time) lebih dari 7 jam atau GMT +7. Wilayah yang termasuk ke dalam WIB adalah seluruh daerah Sumatera, Jawa, Pulau Maudra, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

2. Waktu Indonesia Tengah (WITA)

WITA dimulai dari 120 derajat garis bujur timur dengan selisih waktu GMT (Greenwich Mean Time) lebih dari 8 jam atau GMT +8. Wilayah yang termasuk dalam zona waktu WITA adalah seluruh daerah Kalimantan Selatan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

3. Waktu Indonesia Timur (WIT)

WIT dimulai dari 135 derajat garis bujur timur dengan selisih waktu GMT (Greenwich Mean Time) lebih dari 9 jam atau GMT +9. Wilayah yang tergolong ke dalam zona waktu WIT adalah seluruh daerah Maluku dan Irian Jaya.

Perbedaan Letak Astronomis dan Letak Geografis

Letak astronomis berkaitan dengan letak wilayah yang dilihat berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Sedangkan letak geografis adalah berhubungan dengan letak dan bentuk sebuah negara. Misalnya, letak geografi Indonesia berada diantara dua benua besar yaitu Australia dan Asia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel