Ini Mobil Buatan Indonesia yang Paling Laku di Luar Negeri

·Bacaan 1 menit

VIVA – Selain menyediakan unit mobil untuk pasar dalam negeri, industri otomotif di Indonesia juga memproduksi kendaraan bermotor guna keperluan ekspor.

Kualitas dan fitur yang ditawarkan sudah berstandar internasional, bahkan ada beberapa model yang dikirimkan untuk dijual di negara maju seperti Jepang.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo yang dikutip VIVA Otomotif pada Rabu 21 Juli 2021 menunjukkan, pada semester pertama tahun ini ada 146.985 unit kendaraan berbagai merek dan tipe yang diekspor ke banyak negara dalam wujud utuh atau completely built up.

Angka tersebut meningkat 39,7 persen dibandingkan dengan perolehan di tahun lalu, yang jumlahnya diketahui sebanyak 105.229 unit. Kontributor terbesar adalah Daihatsu, yang pada Januari hingga Juni tahun ini merakit dan mengirim 58.990 unit ke berbagai negara.

Namun, sebagian besar mobil yang dibuat oleh PT Astra Daihatsu Motor tersebut memakai logo Toyota. Modelnya mulai dari sport utility vehicle atau SUV seperti Toyota Fortuner, hingga multi purpose vehicle atau MPV Toyota Avanza.

Toyota sendiri ada di posisi dua merek mobil yang paling banyak diekspor dari Indonesia, dengan jumlah 31.506 unit. Urutan tiga dihuni Mitsubishi dengan angka 28.833 unit, diikuti Suzuki 21.151 unit.

Uniknya, model mobil buatan Indonesia yang paling banyak dipesan oleh negara lain justru bukan Toyota Fortuner atau Toyota Rush, melainkan Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross.

Menurut data Gaikindo, hanya dua model itu yang dikapalkan ke luar negeri dari pabrik PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat.

Sementara itu, Toyota Rush ada di urutan dua dengan jumlah 21 ribuan unit, diikuti oleh Toyota Fortuner sebanyak 14 ribuan unit selama semester pertama tahun ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel