Ini Motif Empat Prajurit TNI AU Aniaya Prada Indra

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispen AU) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah mengungkap motif penganiayaan terhadap Prada Muhammad Indra Wijaya. Motif penganiayaan terhadap Indra karena pembinaan dari senior.

"Para seniornya bermaksud melakukan pembinaan kepada juniornya, ini motifnya," katanya lewat pesan singkat kepada merdeka.com, Jumat (25/11).

Dia mengatakan, pihak TNI AU melakukan evaluasi akibat kejadian ini, khususnya di satuan Komando Operasi Udara III.

"Evaluasi akan dilaksanakan, khususnya di Koopsud III," tegasnya.

Indan mengungkapkan, para pelaku terancam dipecat dari keanggotaan. "Untuk sanksi administrasi, dapat dipecat," tutupnya.

Prada Muhammad Indra Wijaya, seorang anggota TNI Angkatan Udara menjadi korban penganiayaan hingga meninggal dunia. Dalam kasus ini, Markas Besar TNI AU telah menetapkan empat prajurit sebagai tersangka penganiayaan.

Kadispen AU Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah menjelaskan terkait kronologi meninggalnya Prada Indra.

Pada 18 November 2022, Prada Indra pingsan usai bermain futsal dan dilarikan ke rumah sakit. Pada 19 November 2022, sekira waktu subuh, Prada Indra dinyatakan tim dokter meninggal dunia.

Pihak Koopsud III sempat menduga Prada Indra meninggal karena dehidrasi. Pada siang harinya, Jenazah Prada Indra dipulangkan menggunakan maskapai Lion Air pada siang harinya.

[fik]