Ini Motif Perempuan di Makassar Buat Lapor Palsu Kehilangan Suami ke Kantor Polisi

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian Sektor Biringkanaya mengungkap motif perempuan berinisial DB (30) yang membuat laporan palsu terkait kehilangan suaminya berinisial HS (31). Dia nekat membuat laporan palsu kehilangan suami karena ingin HS cepat ditemukan.

Kepala Polsek Biringkanaya Komisaris Andi Alimuddin mengatakan pihaknya bersama Resmob Polda Sulsel telah menemukan orang yang dilaporkan hilang oleh istrinya. Ia mengaku hasil pemeriksaan terungkap bahwa HS bukan suami dari DB, tetapi kekasihnya.

"HS juga bukan hilang, tapi dia tinggalkan kosnya bersama DB karena cekcok. Dia cuma pacar, tidak ada kecocokan sehingga tinggalkan (pelapor)," ujarnya saat ditemui di Mapolsek Biringkanaya, Rabu (4/1).

Alimuddin mengungkapkan motif DB memberikan keterangan palsu dalam laporan karena ingin kekasihnya cepat diketemukan. Padahal, tindakan tersebut mempunyai risiko besar.

"Dia karang cerita, dia viralkan dan bikin heboh. Itu dia tidak pikir risikonya. Bagaimana kita citra polisi dirusak, hanya untuk kepentingannya," ucapnya.

Diserahkan ke Polrestabes Makassar

Ia mengaku masih melakukan pendalaman terhadap keduanya. Rencananya HS dan DB akan diserahkan ke Polrestabes Makassar untuk ditangani lebih lanjut.

"Untuk sementara ini kami amankan di Polsek Biringkanaya. Rencananya, siang ini kita bawa ke Polrestabes untuk diproses lebih lanjut," sebutnya.

Meski demikian, kata Alimuddin, pihaknya masih mendalami dokumen kependudukan palsu yang digunakan oleh DB saat melaporkan kehilangan HS di Polsek Biringkanaya.

"Kita juga dalami soal keterangannya di media hingga muncul berita bohong soal kehilangan suami. Itu semua bohong, agar pacarnya (HS) ini bisa ditemukan," kata dia.

Akibat perbuatannya, DB kini terancam dijerat Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena telah memberikan keterangan bohong ke media. Tak hanya itu, DB terancam pasal pemalsuan dokumen kependudukan.

Dokumen Palsu

Sementara, DB mengaku memiliki dokumen kependudukan dan akta pernikahan palsu usai membeli secara daring. Dokumen palsu tersebut digunakan DB agar bisa hidup satu atap dengan kekasihnya HS.

"Biar saat melapor ke Pak RT dan pemilik kos lainnya kalau kami sudah menikah. Sehingga bisa tinggal sama," tuturnya.

Sementara HS membantah dirinya adalah suami DB. HS mengaku hubungannya dengan DB hanya pacaran.

"Saya dengan dia bukan suami istri, tapi memang pacaran dan tinggal satu kos. Saya pergi tinggalkan DB karena sering memukul kalau sedang bertengkar," ucapnya.

Viral Lapor Polisi Ditertawakan

Sebelumnya viral di medsos seorang perempuan inisial DB ditertawakan oleh anggota Polsek Biringkanaya karena melaporkan suaminya inisial HS yang hilang pada Senin (26/12). HS disebutkan menghilang saat keluar dari rumahnya hendak membeli gagang pintu rumah yang rusak.

"Saya masuk (Mapolsek Biringkanaya) dapat satu polisi dulu, dia bilang mau apa? Jadi saya bilang mau melapor, terus dia bilang melapor apa? Saya bilang kehilangan. Terus dia bilang lagi kehilangan apa? Saya bilang suami saya hilang pak," beber DB.

Saat itu dia pulang dengan tangan hampa karena laporannya tidak diladeni. Hal itu dikarenakan HS menghilang belum 1x24 jam.

"Saya datang ke Polsek Biringkanaya sampai tiga kali untuk melaporkan kehilangan suami saya," tuturnya.

Saat itu, DB membeberkan saat laporan kehilangan suami diterima polisi, di situlah dirinya mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan. DB mengaku seorang personel Polsek Biringkanaya mengatakan kepada dirinya untuk mengganti suaminya yang hilang.

"Saya sempat menunggu hampir 30 menit di ruang pemeriksaan. Saat diambil keterangan, muncul polisi satu pakai janggut mungkin dia serse tidak pakaian dinas, pakai baju kaos. Dia bilang kenapa itu. Terus dijawab mi ini komandannya, dia bilang hilang suaminya. Terus dia (pria diduga polisi) bilang, eh Bu kalau hilang suaminya diganti. Saya bilang kenapa pak? dia bilang kalau hilang suami diganti, lalu saya bilang tidak semudah itu pak," sebutnya.

Perlakuan tidak mengenakkan dialami DB tersebut viral di medsos. Bahkan, personel yang diduga melakukan perbuatan tidak menyenangkan terhadap DB diperiksa oleh Propam Polrestabes Makassar.

Tak hanya itu, Kapolsek Biringkanaya Komisaris Andi Alimuddin bahkan harus meminta maaf kepada DB atas perlakuan anggotanya. Alimuddin mengaku saat itu anggotanya melontarkan candaan saat menerima laporan DB.

"Ada salah satu anggota yang bercanda bilang 'nanti kalau hilang diganti' padahal itu tidak etis karena pelapor dalam keadaan panik. Anggota sudah saya tegur," tutur Alimuddin.

"Saya sudah meminta maaf dan tidak ada maksud menertawakan. Saat itu anggota sifatnya bercanda, tapi memang bukan tempatnya. Yang penting sekarang kami fokus menangani laporan pelapor dan melakukan pencarian," imbuhnya ketika itu. [yan]