Ini Nama Resmi Mobil Penantang Fortuner di Indonesia

·Bacaan 1 menit

VIVA – Pasar mobil jenis sport utility vehicle atau SUV di Indonesia, saat ini diramaikan oleh beberapa model. Salah satunya yakni Fortuner, yang dihadirkan oleh Toyota sejak 2005 silam.

Sambutan konsumen terhadap model ini cukup besar, di mana sejak pertama meluncur sampai saat ini Fortuner sudah laku lebih dari 200 ribu unit di Tanah Air.

Cukup besarnya pasar SUV, membuat banyak pabrikan otomotif tertarik untuk menghadirkan pesaing Fortuner. Salah satunya berasal dari Amerika Serikat.

Mobil yang dimaksud adalah Jeep Commander, yang gambar penggodanya beredar belum lama ini. Nama ini sebelumnya pernah mereka gunakan pada 2005 lalu, dan dibangun menggunakan basis Jeep Cherokee. Sayangnya, pada 2010 diputuskan untuk menyudahi produksinya.

Berbeda dengan model lama, Commander generasi terbaru dibangun dari model Jeep Compass, SUV lima penumpang yang versi anyarnya akan hadir di Indonesia dalam waktu dekat.

Kehadiran Commander dikonfirmasi oleh Chief Operating Officer PT DAS Indonesia Motor, Dhani Cahya beberapa waktu lalu.

“Namanya belum ada, tapi dimensi panjangnya akan seperti Fortuner. Lebarnya lebih kecil, dan lebih rendah juga. Aerodinamisnya lebih baik, sehingga kendaraan ini tetap nyaman,” ujarnya.

Bicara soal nama, Fiat Chrysler Automotive sebagai induk dari perusahaan Jeep sudah mendaftarkan nama Jeep Commander di Indonesia.

Dari penelusuran VIVA Otomotif di laman Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Senin 12 Juli 2021, diketahui pendaftaran itu dilakukan pada September tahun lalu.

Mengenai harga, Dhani sempat memberi bocoran bahwa banderol mobil SUV baru tersebut akan berada di atas model Jeep Compass versi baru, yang direncanakan meluncur tahun ini.

“Compass tahun ini semoga bisa meluncur di pameran GIIAS. Setelah itu baru SUV. Soal harga, Compass kami harapkan Rp600 juta off the road. Sementara, yang model SUV kira-kira Rp700 juta off the road,” tuturnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel