Ini Nasihat dari Mentor Miliarder Mark Cuban yang Dipegangnya Hingga Kini

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Investor miliarder Mark Cuban belajar banyak pelajaran penting di usia 20-an yang mendorongnya meraih kesuksesan. Salah satunya menjadi pendengar yang lebih baik dan menggunakan teknik tertentu untuk melakukan selama beberapa dekade.

“Saya suka berbicara, dan saya adalah seorang penginterupsi,” kata Mark Cuban baru-baru ini pada episode podcast dari “Wild Ride! with Steve-O”.

“Anak-anak saya, orang tua saya, teman-teman saya, akan sangat menindas saya (karena kebiasaan itu).”

Ketika Cuban berusia 22 tahun, seorang mentornya memperhatikan sifat cerewetnya juga dan mendorong untuk lebih banyak mendengarkan, terutama selama rapat kerja.

“Saya mendapatkan pekerjaan ini setelah lulus kuliah yang tidak berlangsung lama. Mereka tidak terlalu menyukaiku," ujar Cuban.

Tetapi di sana, “orang yang mencoba menjadi mentor saya [berkata], 'Saya akan memberikan alat yang dapat Anda gunakan: Setiap kali Anda pergi ke rapat, saya ingin Anda memiliki buku catatan, dan begitu Anda duduk, saya ingin Anda menuliskan kata 'Dengarkan' di sana di buku catatan Anda. Anda membutuhkan ini karena Anda tidak mendengarkan."

Sejak itu, kebiasaan ini melekat pada Cuban.

"Tidak bohong. Jika Anda kembali ke 40 tahun terakhir dimana saya akan menghadiri rapat dan membuat catatan, saya menulis, 'Dengar,' (sebagai) hal pertama,” jelas Mark Cuban.

Kunci kesuksesan Mark Cuban

Mark Cuban, seorang triliuner mendukung Hillary Clinton untuk menjadi presiden. Mengetahui hal itu, Donald Trump mengatakan bahwa Mark adalah pria bodoh. (CNBC)
Mark Cuban, seorang triliuner mendukung Hillary Clinton untuk menjadi presiden. Mengetahui hal itu, Donald Trump mengatakan bahwa Mark adalah pria bodoh. (CNBC)

Kemampuan untuk mendengarkan secara efektif telah membantunya belajar lebih baik, yang menurut Cuban adalah kunci kesuksesan.

“Saya menyadari bahwa belajar benar-benar sebuah keterampilan,” kata Cuban pada Men's Health di tahun 2020, “dan dengan terus belajar, hingga hari ini, saya dapat bersaing dan mengikuti serta menjadi yang terdepan dari kebanyakan orang.”

Meskipun belajar mendengarkan telah membantu Cuban sepanjang kariernya, hal itu tidak lantas menyelamatkannya dalam melewati rintangan di sepanjang jalan.

Setelah lulus dari Universitas Indiana pada tahun 1981, Cuban telah berhenti atau dipecat dari tiga pekerjaan.

Tetapi, itu membuatnya memulai perusahaan sistem komputernya sendiri, MicroSolutions, yang membuatnya menjadi jutawan pada tahun 1990. Dia menjual perusahaan itu ke CompuServe seharga US$ 6 juta.

Lima tahun kemudian, dia dan seorang temannya, Todd Wagner, memulai Broadcast.com, yang diakuisisi oleh Yahoo pada tahun 1999 seharga US$ 5,7 miliar.

Sekarang, Cuban memiliki kekayaan senilai US$ 4,4 miliar, menurut Forbes. Cuban memiliki NBA Dallas Mavericks dan memiliki saham di Magnolia Pictures, AXS TV, dan lusinan perusahaan rintisan kecil.

Cuban juga berinvestasi di perusahaan yang digerakkan oleh misi seperti Luminaid, yang menyediakan penerangan untuk daerah bencana, dan Mahmee, sebuah perusahaan teknologi perawatan kesehatan ibu.

Reporter: Priscilla Dewi Kirana

Saksikan Video Ini