Ini Pemilik SPBU Vivo yang Jual BBM Lebih Murah dari Pertamina

Merdeka.com - Merdeka.com - SPBU Vivo menjadi ramai diperbincangkan masyarakat karena perusahaan SPBU milik swasta ini menjual BBM lebih murah dibandingkan dengan Pertamina.

BBM jenis Revvo 89 dijual dengan harga Rp8.900 per liter, lebih murah dibandingkan dengan Pertalite Pertamina yakni Rp10.000. Namun demikian, Revvo 89 memiliki research octane number (RON) 89 atau sedikit di bawah Pertalite yang memiliki RON 90.

Sementara jenis BBM lain yang dijual SPBU Vivo yakni Revvo 92 (RON 92) yang dijual Rp15.400 memiliki kualitas yang sama dengan Pertamax, dan Revvo 95 (RON 95) yang dijual Rp16.100 memiliki nilai oktan di atas Pertamax namun kualitasnya masih di bawah Pertamax Turbo.

Pada 2017 silam atau tepatnya Oktober 2017, SPBU Vivo juga pernah menjual BBM lebih murah dari Pertamina. Harga bensin RON 89 di SPBU Vivo lebih murah dibanding jenis Premium milik Pertamina yang notebennya mengandung RON-88.

SPBU Vivo menjual bensin dengan RON 89 seharga Rp6.100 per liter. Ini lebih murah dibanding harga Premium (RON 88) di di SPBU Pertamina sekitar Rp6.450 per liter di 2017 silam.

Lalu, Siapa Pemilik SPBU Vivo?

Dikutip dari laman resmi, PT Vivo energi Indonesia merupakan perusahaan sektor hilir minyak dan gas bumi yang sudah beroperasi di Indonesia sejak tahun 2017.

Awalnya perusahaan ini bernama PT Nusantara Energi Plant Indonesia (NEPI), namun kemudian berganti menjadi PT Vivo Energy Indonesia.

SPBU swasta ini pertama kali dibuka di Jalan Raya Cilangkap Jakarta Timur pada tahun 2017 lalu. Sebelum didirikan di sini, tempat itu adalah lokasi yang ditempati oleh SPBU Pertamina yang ditutup total.

Anak Usaha Vitol Group

Ternyata PT Vivo Energi Indonesia, adalah anak usaha dari Vitol Group yang berbasis di Swiss. Vitol Group awalnya didirikan di Rotterdam pada tahun 1966.

Perusahaan ini pun tidak hanya di Indonesia saja, tetapi juga sudah meluas ke Inggris, Australia, Singapura bahkan hingga ke sebagian negara-negara Afrika.

Tak hanya menjual dari sektor hilir, tetapi Vitol Group juga bergerak di sektor bisnis lainnya yakni kapal tanker minyak, gas alam, kilang minyak, energi terbarukan dan terminal gas.

Vitol Group bisa dibilang merupakan salah satu perusahaan penyalur BBM terbesar secara global. Pada tahun 2021 lalu, perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar USD 279 miliar. Dengan jaringan di lebih dari 40 negara, di tahun 2020, perusahaan multinasional ini memperdagangkan 367 juta ton minyak mentah dan produk turunannya. [idr]