Ini Pentingnya Masa Prakonsepsi untuk Mencegah Anak Stunting

Tasya Paramitha
·Bacaan 3 menit

VIVAStunting masih menjadi masalah serius di Indonesia. Pencegahan berat badan bayi lahir rendah dan stunting sebaiknya dilakukan dengan mempersiapkan diri sejak masa prakonsepsi atau periode sebelum wanita mengalami kehamilan. Seperti diungkapkan oleh Pengurus PERGIZI PANGAN Indonesia, DR. dr. Lucy Widasari, M. Si.

Ia mengatakan, berbagai studi menunjukkan pemenuhan gizi bagi wanita sejak masa prakonsepsi dapat berdampak positif bagi kesehatan ibu dan anak kelak. Meski demikian, data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia meningkat dari 37,1 persen pada 2013, menjadi sebesar 48,9 persen.

Baca Juga: Banyak Balita Kurang Gizi Akibat Pandemi, Pakar Beri Solusinya

"Karenanya, edukasi, intervensi dan pemenuhan gizi berkualitas baik pada remaja, ibu hamil, dan fase periode kritis pertumbuhan (1000 Hari Pertama Kehidupan) menjadi sebuah keharusan, agar ke depan dapat tercipta generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas," ucap Lucy dalam rilis yang diterima VIVA, Rabu, 18 November 2020.

Pentingnya asupan gizi seimbang untuk mengatasi permasalahan kesehatan serta, di situasi pandemi juga ditekankan Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia, Prof. Dr. Hardinsyah, MS. Menurutnya, di tengah isu pandemi yang masih mengancam, pemenuhan gizi seimbang, termasuk asupan pangan protein hewani menjadi kunci untuk menjaga kesehatan keluarga.

"Pangan protein hewani yang berkualitas, salah satunya susu, memiliki asam amino yang lengkap dan berperan penting pada masa kehamilan dan pertumbuhan anak setelah masa ASI eksklusif, serta meningkatkan sistem imunitas," jelasnya.

Asam amino lengkap disertai asam lemak dan penambahan asam folat, vitami A, vitamin D, zink, zat besi dan B kompleks pada susu sendiri akan memiliki manfaat penting bagi ibu dan bagi pertumbuhan perkembangan janin dan mendukung proses metabolisme tubuh.

"Tak kalah penting, asam folat yang terkandung berfungsi membentuk sel darah merah, serta membangun sel-sel dalam tubuh, sehingga bermanfaat dalam mencegah permasalahan anemia yang kerap muncul pada ibu hamil dan anak," tambah Hardinsyah.

Sebagai informasi, dalam rangka memperingati momen Hari Kesehatan Nasional pada 12 November 2020 lalu, Frisian Flag Indonesia (FFI) bersama PERGIZI PANGAN Indonesia menggandeng Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Jawa Barat, menyelenggarakan kegiatan webinar #IndonesiaSIAP (Sadar Gizi, Inisiatif, Aktif dan Peduli) yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi seimbang di masa Adaptasi Kebiasaan Baru.

Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro mengatakan, ketersediaan produk bergizi yang terjangkau dan edukasi membangun literasi gizi dalam masyarakat adalah yang dibutuhkan saat ini.

“Peringatan Hari Kesehatan Nasional menjadi momentum yang tepat bagi kita bersama untuk meningkatkan kesadaran dan merevolusi gaya hidup untuk menjadi lebih sehat, dengan memperhatikan asupan gizi seimbang dan aktif bergerak," ucapnya.

FFI dan PERGIZI PANGAN Indonesia juga bermitra dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Jawa Barat menggelar webinar, yang kemudian akan diperkuat dan disebarluaskan melalui aktivitas pelatihan (training for trainers) daring kepada perwakilan Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat.

Selain itu, intervensi berupa pemberian produk bergizi berkualitas juga akan dilakukan dengan menjangkau 10.000 keluarga di 27 area di Jawa Barat, guna mendukung pemenuhan gizi seimbang dan peningkatan konsumsi protein hewani.

Turut hadir dalam webinar tersebut, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, "Kesehatan menjadi faktor penting dalam membangun masyarakat dan bangsa yang kuat. Tentunya dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat."