Ini Penyebab Anggota TNI Kodim 1429 Serang Mapolres Buton Utara

Rifki Arsilan
·Bacaan 3 menit

VIVA – Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspomad) Letnan Jenderal TNI Dodik Wijanarko mengungkapkan cikal bakal terjadinya kasus penyerangan dan penganiayaan petugas kepolisian Mapolres Buton Utara (Butur) yang terjadi pada tanggal 23 Oktober 2020 lalu.

Danpuspomad menjelaskan, kasus penyerangan Markas Polres Butur, Kantor Satlantas Polres Butur, dan Polsek Kulisusu, Butur itu terjadi setelah dua orang anggota TNI dari Kodim 1429/Buton Utara yang berinisial Serda IS dan Serda SB menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum anggota Polres Butur di tempat Karaoke Amira.

Kasus pengeroyokan yang dialami oleh dua anggota Kodim 1429/Butur itu terjadi pada hari Kamis, 22 Oktober 2020, sekitar pukul 23.00 WITA. Saat itu, Serda IS dan Serda SB datang ke tempat Karaoke Amira karena ditelepon oleh salah seorang keluarganya yang bernama Kamarudin.

Kamarudin menelpon Serda IS dan Serda SB yang sebelumnya berada di Perumahan BTN Butur, dan mengatakan bahwa dirinya telah diancam oleh anggota Polres Butur di lokasi kejadian.

Mendapatkan kabar berita bahwa saudaranya mendapatkan ancaman, Serda IS dan Serda SB langsung meluncur ke Amira Karaoke untuk menemui Kamarudin.

Sesampainya di Amira Karaoke, Serda IS dan Serda SB langsung mendatangi salah satu Anggota Polres Butur yang bernama Bripda AW. Ternyata di situ Bripda AW tidak sendirian, Bripda AW di tempat Karaoke itu ternyata bersama 14 orang teman-temannya lainnya yang juga anggota Polres Butur sedang minum-minum.

"Nah, di situ terjadilah cekcok mulut sampai terjadi keributan dan pemukulan terhadap Serda SB, sehingga terjadi pengeroyokan terhadap dua anggota Kodim 1429/Buton Utara itu oleh kurang lebih 15 anggota Polres Butur," kata Danpuspomad Letjen TNI Dodik Wijanarko di Markas Puspomad, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 12 November 2020.

Setelah dua anggota Kodim Buton Utara itu dikroyok, lanjut Danpuspomad, kedua prajurit TNI AD itu kemudian dibawa ke Mapolres Butur menggunakan kendaraan oleh para anggota Polres Butur.

Kemudian, kata Danpuspomad, sekitar pukul 24.00 WITA, beberapa Anggota Kodim 1429/Buton Utara yang mendapatkan informasi tentang pengeroyokan di tempat Karaoke Amira langsung mendatangi Polres Butur untuk menjemput Serda SB dari Mapolres Butur.

Ternyata mereka tidak hanya menjemput Serda SB, mereka juga mencari oknum anggota Polisi yang terlibat dalam pengeroyokan Serda SB dan Serda IS di Karaoke Amira.

"Namun tidak ditemukan (Oknum anggota Polres Butur yang mengeroyok), kemudian mereka melakukan pengerusakan di kantor Mapolres Butur," ungkap Letjen Dodik.

Tidak puas melakukan pengerusakan di Mapolres Butur, para anggota TNI dari Kodim 1429/Buton Utara sekitar pukul 00.30 WITA, Jum'at, 23 Oktober 2020 langsung menuju Polsek Kalisusu, Butur. Mereka di Kantor Polsek Kulisusu masih mencari para oknum anggota polisi yang mengeroyok dua orang rekannya sambil melakukan perusakan di kantor Polsek Kalisusu.

Akibat pengerusakan kantor Mapolres Butur dan Polsek Kulisusu itu sejumlah inventaris kepolisian dirusak oknum TNI AD tersebut. Diantaranya, kaca depan mobil Satlantas Polres Butur pecah, satu unit komputer Polres Butur rusak, kaca jendela Polres Butur pecah, dan dua kaca jendela Polsek Kalisusu pecah jadi sasaran amukan oknum anggota TNI AD itu.

"Dua hari setelah kejadian itu, tepatnya pada hari Sabtu, 24 Oktober 2020, pukul 20.30 WITA, 15 oknum anggota Kodim 1429/Buton Utara telah dibawa dan diamankan di Madenpom XIV/3 Kendari untuk dilakukan proses penyelidikan dan penyidikan," kata Danpuspomad.

Baca juga : Terkuak, Penyerang Mapolres Buton Utara Ternyata Oknum TNI AD