Ini Penyebab Antrean Pertalite Panjang dan Banyak Kosong di SPBU

Merdeka.com - Merdeka.com - Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan menduga, fenomena Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite kosong di sejumlah SPBU wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada beberapa waktu terakhir disebabkan oleh migrasi pengguna Pertamax dan BBM non subsidi lainnya. Hal ini disebabkan oleh disparitas harga yang cukup tinggi antara Pertalite dengan BBM non subsidi.

"Saya kira memang saat ini adanya peningkatan jumlah pengguna Pertalite hampir di seluruh wilayah, bukan hanya daerah tersebut diatas. Hal ini terjadi karena disparitas harga yang cukup tinggi antara Pertalite dengan BBM umum lainnya," ujar Mamit saat dihubungi Merdeka.com di Jakarta, Kamis (11/8).

Selain itu, kondisi bahwa Pertalite merupakan Jenis BBM Tertentu (JBT) atau BBM bersubsidi terdapat penetapan kouta dalam penyaluran distribusinya. Sehingga, dalam pendistribusiannya harus berdasarkan jumlah kouta yang ada.

"Oleh karenanya, saya minta ke Pertamina dalam hal ini Patraniaga akan mengoptimalkan depo yang ada untuk beroperasi selama 24 jam agar pasokan tidak terganggu seperti saat ini. Terutama daerah yang konsumsinya mengalami peningkatan signifikan," tandasnya.

Pertamina Bantah Ada Kelangkaan

ada kelangkaan rev1
ada kelangkaan rev1.jpg

PT Pertamina (Persero) membantah adanya informasi terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite di SPBU wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Menyusul, keluhan sejumlah pengguna Pertalite terkait stok kosong Pertalite di sejumlah SPBU pada Rabu (10/8) malam.

"Tidak ada kelangkaan, kalau langka berarti tidak ada sama sekali," kata Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan, saat dihubungi Merdeka.com di Jakarta, Kamis (11/8).

Eko mengatakan, kekosongan stok Pertalite di sejumlah SPBU wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya lebih disebabkan oleh masih dalam proses pengiriman menuju SPBU. Sehingga, dia memastikan stok segala jenis BBM masih mencukupi.

"Saat itu sedang menunggu pengiriman ke SPBU. Stok BBM aman untuk semua produk," tekannya.

Lebih lanjut, Pertamina mengimbau pemilik kendaraan untuk senantiasa menggunakan BBM berkualitas dan ramah lingkungan serta yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan

"Apabila membutuhkan informasi mengenai produk dan layanan Pertamina, dapat menghubungi call center 135," tutupnya. [bim]