Ini Penyebab Ferdinand Sinaga Punya Sifat Temperamen

Jakarta- Penyerang PSM Makassar, Ferdinand Sinaga, selama ini dikenal memiliki sifat temperamen di dalam lapangan. Ferdinand Sinaga mengaku punya alasan khusus mengapa memiliki kepribadian keras.

Ferdinand Sinaga kerap kesulitan mengendalikan emosi di lapangan. Emosi Ferdinand Sinaga mendadak meluap jika dipancing atau diprovokasi oleh sikap dan permainan lawan.

Hal itulah yang membuat pemain 31 tahun itu sering mendapatkan kartu dalam bermain. Bahkan, Ferdinand Sinaga juga akrab dengan sanksi dari PSSI akibat tindakan tidak terpuji yang pernah dilakukan di lapangan, semisal memukul pemain tim lawan.

Menurut Ferdinand, sikap temperamen yang dimilikinya tak terlepas dari karakter yang sudah dibentuk di keluarga. Sebagai orang Batak, orang tua dan lingkungan Ferdinand membentuknya untuk memiliki mental tangguh di perantauan agar bisa bersaing.

"Sejak dulu saya dididik keluarga layaknya orang Batak dan kita tahu kalau orang Batak itu keras. Ketika berada di perantauan harus keras karena kalau lembek kena sikut orang. Jadi memang harus punya karakter," kata Ferdinand Sinaga di akun Youtube Jebreeetmedia TV.

"Bapak saya sopir bus AKAP. Jadi di rumah sering kumpul sopir-sopir dan bercerita tentang perantauan di jalan. Oleh karena itu tersimpan dalam otak saya ternyata hidup itu harus keras sehingga saya harus keras," ucap Ferdinand Sinaga.

Belakangan, Ferdinand Sinaga sudah mulai terlihat mampu mengendalikan emosinya di lapangan. Hal itu terbukti dengan sudah jarangnya kartu dan sanksi yang diterima pemain bernama lengkap Ferdinand Alfred Sinaga itu.

Sumber: Youtube Jebreeetmedia TV

Memukul Lawan Hingga Panjat Pagar

Ferdinand Sinaga memanjat pagar pembatas Stadion Utama Gelora Bung Karno, (11/5/2015). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Pada 2017, Ferdinand Sinaga pernah mendapatkan sanksi berat dari PSSI, yakni larangan empat pertandingan dan denda sebesar Rp10 juta. Sanksi itu diberikan setelah Ferdinand Sinaga melakukan pemukulan terhadap pemain Persela Lamongan, Ivan Carlos.

Ferdinand awalnya mencoba berebut bola dengan Ivan Carlos. Namun, Ferdinand cukup emosi lantaran kesulitan merebut bola dari kaki Ivan Carlos. Ferdinand langsung melayangkan tangannya untuk memukul kepala Ivan Carlos dan terlihat oleh rekaman video.

Ferdinand juga pernah membuat kehebohan pada 2015. Pada Rabu (25/11/2015) malam WIB, tim yang dibelanya, Sriwijaya FC kalah 0-1 dari Persija Jakarta di Stadion Kanjuruhan, Malang dalam lanjutan Piala Jenderal Sudirman.

Setelah wasit Iwan Sukoco meniup peluit terakhir laga tersebut, Fedinand mengamuk. Dia menendang microphone milik stasiun televisi yang menyiarkan turnamen tersebut.

Tidak hanya sampai di situ saja, mantan striker Persib Bandung itu juga berniat mengejar wasit. Untungnya, niat Ferdinand bisa dihentikan oleh pihak keamanan.

Pada 11 Mei 2014, Ferdinand Sinaga juga berulah ketika memperkuat Timnas Indonesia yang tampil menghadapi ASEAN All Star di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Ferdinand terpancing emosi karena mendapat cacian dari suporter.

"Saya sedang membela negara, tapi kenapa mendapat perlakuan seperti ini," alasan Ferdinand ketika itu.

Ferdinand Sinaga naik pitam. Ketika pertandingan berakhir, Ferdinand memanjat pagar SUGBK dan mengejar suporter yang menghinanya. Ulahnya itu membuat Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menghukumnya dengan denda Rp 50 juta. Ketua Komdis kala itu, Hinca Pandjaitan, menyebutnya sebagai pemain kampungan.

Disadur dari Bola.com (penulis Zulfirdaus Harahap, Published 14/5/2020)