Ini Penyebab Gunung Anak Krakatau Naik Level Menjadi Siaga

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengungkap penyebab Gunung Anak Krakatau (GAK) dari level dua atau siaga hingga berstatus level tiga atau siaga. Status level tiga GAK itu setelah PVMBG melakukan pemantauan secara virtual dan aktivitas vulkanik.

"Memang sejak 15 April terutama secara virtual sudah terekam baik hembusan asap maupun tinggi erupsi kolom yang bervariasi dari 1.000 sampai 2 ribu dari permukaan air laut. Malahan 3 hari terakhir sudah mencapai 3 ribu meter," kata Kepala PVMBG Hendra Gunawan dalam diskusi virtual diikuti merdeka.com, Senin (25/4).

Hendra menjelaskan, dari data kegempaan terjadi peningkatan jumlah vulkanik GAK sejak Januari hingga 24 April 2022. Peningkatan jumlah vulkanik itu kemudian berulang dari bulan Februari hingga 15 April 2022.

"Kemudian berulang meningkat lagi pada bulan tanggal 15 April gempa vulkanik dalam diikuti oleh tremor menerus yang amplitudo tremornya semakin hari semakin meningkat. Jadi ini memang sudah ada kecocokan aktivitas secara visual maupun aktivitas kegempaan," kata Hendra.

Aktivitas Vulkanik

Hendra mengatakan, dari pemantauan secara visual terlihat bagaimana kondisi tekanan yang ada di dalam tubuh GAK mulai terekam intensif sejak tanggal 21 April. Kemudian diikuti meningkatnya tinggi kolom abu 3 ribu meter dari permukaan laut.

"Kalau kita lihat dari pemantauan emisi gas SO2 ini terjadi peningkatan juga di mana pada 15 April gas SO2 dikeluarkan 68 ton per hari kemudian tanggal 17 April menjadi 181 ton per hari dan terakhir tanggal 23 April melonjak drastis menjadi 9 ribu ton per hari," ujar Hendra.

Hendra menambahkan, melihat kondisi tersebut dari hasil evaluasi dari semua aspek terhadap kebencanaan yang mungkin diakibatkan oleh erupsi GAK ada kecenderungan akan meningkat. Oleh sebab itu status GAK dinaikkan menjadi level siaga.

"Kita tidak pernah bisa memprediksi kondisi tapi yang kita lihat pola kecenderungan itu yang menjadi dasar sehingga pada 24 April pukul 18.00 WIB menaikkan status aktivitas GAK dari level 2 menjadi level 3 atau level siaga," kata dia.

Masyarakat Diminta Jauhi Radius 5 KM

Selain menaikkan status level siaga, Hendra juga mengimbau masyarakat tak mendekat GAK dalam radius lima kilometer dari kawah aktif. "Jadi bapak ibu sekalian masyarakat yang tinggal di radius 5 kilometer agar tetap tenang tidak panik dan selalu update informasi terkait kebencanaan ini dari aplikasi Magma Indonesia maupun portal PVMBG," ujar Hendra.

Sementara itu, Sekretaris Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Ediar Usman mengatakan bahwa telah berkoordinasi dengan BNPB, BPBD Lampung dan Banten serta BMKG terkait status siaga GAK.

Usman meminta masyarakat yang tinggal di wilayah GAK untuk bisa tetap tenang dan tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya. Menurut dia, informasi terkait GAK bisa terus selalu dipantau melalui BPBD, situs Magma Indonesia dan pihaknya.

"Tentu saja masyarakat yang ada di Selat Sunda tetap tenang dan tidak percaya isu mungkin muncul tapi bisa menghubungi BPBD setempat atau pun menghubungi kami, dan melihat update Magma Indonesia," Usman menutup. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel