Ini Penyebab Jalan Mick Schumacher ke F1 Berliku

Christian Nimmervoll
·Bacaan 3 menit

Tidak ada yang menyangkal bila peluang Mick Schumacher untuk naik ke F1 sangat besar. Schumacher memang belum bisa memastikan gelar di F2 Bahrain, pekan ini. Putra legenda F1, Michael Schumacher, tersebut mungkin bisa merengkuhnya pada awal bulan depan.

Pertanyaannya, apakah gelar F2 bakal menjamin Mick Schumacher mendapatkan tempat di F1 musim depan? Jawabannya belum tentu.

Saat ini, lima tim belum melengkapi formasi pembalapnya untuk F1 2021. Tetapi, hanya Haas yang masih mengosongkan dua kursi pembalap. Empat tim lainnya: AlphaTauri, Aston Martin, Mercedes, dan Red Bull Racing, masing-masing mash memiliki satu slot.

Menariknya, Haas sebagai tim yang diisukan paling tertarik merekrut Mick Schumacher, belum memberikan jawaban. “Kami akan mengumukan pembalap 2021 sebelum akhir musim ini di Abu Dhabi. Tetapi bisa saja lebih awal,” ujar Gunther Steiner, bos Tim Haas.

Rumor yang menyebut Haas akan menduetkan dua pembalap F2 musim ini, Mick Schumacher-Nikita Mazepin, langsung dibantah Steiner. “Tunggu saja paling lambat dua pekan dari sekarang,” kata Steiner.

Bagi Prinsipal Tim Haas itu, skenario terbaik adalah Mick Schumacher bisa mengalahkan rival terberat sekaligus rekannya di Akademi Ferrari, Callum Ilott, di balapan F2 Bahrain II untuk juara. Haas lalu merekrutnya untuk F1 2021.

Bukan hanya Haas yang masih menunggu, Ferrari juga dilanda dilema. Jika Mick Schumacher diumumkan sebagai pembalap Haas sebelum F2 2020 selesai, itu akan menjadi pukulan bagi Ilott. Persaingan perebutan gelar F2 dipastikan tambah panas.

Baca Juga:

Ilott Pangkas Jarak, Schumacher Tetap Tenang Update Klasemen F2 Bahrain: Gap Mengecil, Schumacher Tunda Pesta Gelar

Pertanyaannya, apakah jika pembalap Inggris, 22 tahun, itu berhasil juara F2 2020 otomatis akan mendapatkan tempat di Haas untuk F1 musim depan? Apalagi, sesuai regulasi, juara F2 tidak boleh turun lagi pada musim berikutnya.

Kendati demikian, Steiner membantah bila penentuan formasi pembalap Haas nanti akan tergantung dari hasil F2. Lalu, apakah sebenarnya Haas sudah menentukan siapa saja pembalapnya untuk F1 musim depan namun masih menyimpannya seraya menunggu F2 selesai?

Yang pasti, selama belum ada pengumuan dari Haas, saat itu pula Mick Schumacher belum resmi naik ke F1.

“Karier junior Mick Schumacher sangat bagus,” kata Laurent Mekies, Direktur Sport Ferrari. “Kami juga sangat senang melihatnya bersaing dengan Ilott memperebutkan gelar juara F2 di tiga lomba terakhir,” tutur Mekies sebelum sprint race F1 Bahrain digelar pada Minggu (29/11/2020) siang waktu setempat.

Dengan adanya Mick Schumacher, Callum Ilott, dan Robert Schwarzman yang sampai feature race F2 Bahrain menempati posisi 1, 2, dan 6 klasemen, Ferrari memiliki tiga pembalap muda potensial.

Memiliki terlalu banyak pembalap muda berbakat pada waktu bersamaan yang sangat mungkin naik ke F1 2021 bisa menjadi masalah “yang menyenangkan” bagi Ferrari.

“Tidak ada yang bilang semua pembalap itu harus naik bersama-sama,” kata Mekies. “Jika kami tidak memiliki posisi kosong sampai setahun ke depan, kami akan mencarikan jalan lain, seperti yang kami lakukan terhadap Antonio Giovinazzi.”

Mekies mengakui, Ferrari lebih suka memiliki banyak bakat yang berkembang bersamaan di akademinya. Jika tidak bisa mendapatkan kontrak di Ferrari, mereka bisa menjadi pembalap penguji (test driver) dengan jaminan ikut latihan bebas pada setiap Jumat di seri balap.