Ini Penyebab Kasus 'Jajan' Pengawal Obama Terkuak  

TEMPO.CO , Washington - Sebelas agen Dinas Rahasia (Secret Service) dan lima anggota dinas militer Amerika Serikat berada di bawah penyelidikan dan menghadapi teguran disiplin. Mereka ketahuan menggunakan jasa prostitusi saat menjalankan tugas pengamanan Presiden Barack Obama di Cartagena, Kolombia.

Terbongkarnya kasus ini bermula dari sebuah perdebatan sengit antara paling tidak satu pelacur dengan salah satu agen Secret Service pada hari Kamis. Hal itu menarik perhatian pihak berwenang lokal yang juga berada di di Caribe Hotel di Cartagena.

"Pemahaman saya, 11 agen dinas rahasia telah membawa wanita ke kamar mereka dan ada perselisihan pagi berikutnya ketika salah seorang wanita tidak mau meninggalkan ruangan," kata senator Peter King kepada ABC News. "Polisi setempat mendatanginya, dan ia tetap menolak untuk pergi sampai dia dibayar untuk jasanya. Jadi itulah yang memulai semua ini."

Prostitusi dewasa dilegalkan di Kolombia di zona-zona tertentu. Cartagena dan kota pesisir lainnya ada dalam zona yang diperkenankan dan wisata seks adalah salah satu daya tarik kota ini.

Setelah argumen di dalam ruangan, pihak hotel menelusuri siapa saja para tamu Amerika yang membawa wanita ke kamarnya. Saat itulah, sejumlah nama lain terseret.

Direktur Secret Service, Mark Sullivan, membuat keputusan yang cepat. Ia memulangkan seluruh personel, 22 orang, ke Washington dan mengganti dengan personel baru. Seorang sumber di unit itu menyatakan, selain prostitusi, mereka juga akan ditanyai tentang dugaan minum minuman keras berlebihan hingga mereka mabuk berat.

TRIP B | ABC NEWS

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.