Ini Penyebab Kucing Terinfeksi Penyakit Scabies

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Pernahkah kamu melihat seekor kucing yang mengalami scabies. Biasanya wajah kucing dipenuhi oleh bentol kemerahan dan membuat kulit lecet.

Dengan ciri - ciri tersebut, hal itu merupakan infeksi tungau scabies atau kudis kucing. Tungau ini bisa bersembunyi di bawah kulit yang menyebabkan rasa gatal yang luar biasa.

Jika tidak diobati, kucing akan merasa kesakitan dan membuat bulunya rontok. Selain itu, penyakit menular ini bisa menyebabkan hewan lainnya terinfeksi.

Untuk mengatasinya, langkah pertama adalah memisahkan kucing dengan hewan lainnya. Gunakan sarung tangan untuk memindahkan kucing yang terinfeksi.

Setelah itu, kamu bisa bersihkan kandang kucing dengan sabun dan air untuk mengusir tungau yang mengendap di kandang. Tak hanya, kamu juga perlu mencuci barang - barang yang telah disentuh oleh kucing yang sudah terinfeksi.

Setelah itu, kamu bisa memberikan sampo anti parasit yang dijual di petshop dan pasar swalayan. Sampo ini mengandung sulfur untuk membunuh tungau scabies dan meringankan gejala infeksi pada kucing.

Agar cepat terobati, gunakan sampo itu secara rutin selama 1 - 2 bulan. Kamu juga bisa memberikan salep anti parasit yang bisa kamu oleskan ke area infeksi scabies. Kalau pun belum ada perubahan, kamu bisa membawa kucing ke dokter hewan untuk diobati.

Kalau sudah begitu, jaga kesehatan kucing mulai dari sekarang. Memerhatikan kebersihan kandang sampai pemberian makanan kaya nutrisi jadi modal penting agar kucing terhindar dari tungau scabies.

Untuk makanan kamu bisa memberikannya makanan kucing yang kaya akan protein dan vitamin. Selain itu, pilih makanan kucing yang memiliki kadar lemak dan karbohidrat yang baik. Dengan begitu, asupan makanan untuk kucing bisa seimbang. Bulu jadi sehat dan tebal.

(*)

Beli Muezza di Shopee

Beli Muezza di Tokopedia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel