Ini Penyebab Lumba-Lumba Terdampar di Pantai Sidem Tulungagung

·Bacaan 1 menit
Lumba-lumba jenis marina vaquita. (AP)

Liputan6.com, Tulungagung Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar Wilayah Kerja Jawa Timur menduga cuaca buruk jadi penyebab kasus terdamparnya paus bungkuk (Megaptera novaeangliae) dan paus kepala melon (Peponocephala electra) di pesisir Pantai Kebupaten Tulungagung dalam tiga hari terakhir.

Analis BPSPL Denpasar, Suwardi usai melakukan nekrokopsi bangkai lumba-lumba di Pantai Sidem, Tulungagung, Senin (6/9/2021) menjelaskan bahwa kondisi laut saat ini sedang buruk.

"Kalau melihat cuaca di laut saat ini kurang bersahabat dan banyak badai, kemungkinan besar mamalia laut seperti lumba-lumba maupun paus minggir karena kondisi cuaca,” katanya melansir dari Antara.

Selain cuaca buruk, lanjut Suwardi, fenomena ini diduga juga disebabkan mamalia ini alami disorientasi, seperti terluka atau sakit, terkena jaring nelayan ataupun banyak faktor sebetulnya.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat memberikan perlindungan dan bantuan pada mamalia itu, saat terdampar. Sebab mamalia ini merupakan binatang yang dilindungi.

“Semua mamalia laut dilindungi, mulai paus, lumba-lumba hingga dugong dan lainnya,” katanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tak Hanya Cuaca

Namun, cuaca bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan lumba-lumba ini terdampar. Kejadian serupa juga terjadi di Bali.

Menurut Suwardi, selain cuaca buruk, fenomena ini diduga juga disebabkan mamalia ini alami disorientasi, seperti terluka atau sakit.

“Atau bisa juga terkena jaring nelayan. Banyak faktor sebetulnya,” jelasnya.

Oleh karenanya, ia mengimbau agar masyarakat memberikan perlindungan dan bantuan pada mamalia itu, saat terdampar. Sebab mamalia ini merupakan binatang yang dilindungi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel