Ini Penyebab Pendapatan Semen Indonesia Turun pada 2020

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Mengalami penurunan pendapatan pada 2020, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menegaskan bila terjadi penurunan penjualan di pasar domestik akibat pandemi Covid-19.

"Memang di tahun 2020 turun 12,87 persen. itu disebabkan volumenya turunnya sekitar 8 persen, karena pasar domestik turun. Semua dampak dari pandemi di mana pasar domestik yang merupakan pasar utama kita," kata Direktur Keuangan Semen Indonesia Dodi Sulasmono Diniawan, Senin (29/3/2021).

Senada dengan pernyatan itu, Direktur Pemasaran dan Supply Chain Semen Indonesia Adi Munandir mengatakan, penurunan penjualan dari sisi curah merosot cukup tajam.

"Tahun 2020 memang tahun challenging untuk semen karena ada pelemahan demand. Dampak dari covid ini juga membuat realokasi anggaran banyak proyek infrastruktur harus dilakukan penjadwalan ulang, ini yang membuat penurunan demand curah 27,5 persen hampir 30 persen," ujarnya.

Pelemahan yang terjadi membuat emiten berkode SMGR ini mulai mengubah cara penjualan dan melakukan pendekatan dengan konsumen, salah satunya memperbaharui sistem digital.

"Retail juga pelemahan, ini membuat kita mengubah cara pendekatan, memperbarui sistem digital selama pandemi karena memang ada pembatasan. Meski demikian, penjualan semen secara nasional, kita masih di sekitaran 11,8 persen," tuturnya.

Kinerja Keuangan pada 2020

Ilustrasi semen indonesia (Liputan6.com/Andri Wiranuari)
Ilustrasi semen indonesia (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI),pendapatan perseroan turun 12,87 persen dari Rp 40,36 triliun pada 2019 menjadi Rp 35,17 triliun pada 2020. Beban pokok pendapatan turun dari Rp 27,65 triliun pada 2019 menjadi Rp 23,55 triliun pada 2020.

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) naik 0,68 persen ke posisi Rp 11.150 per saham pada penutupan perdagangan saham, Senin, 29 Maret 2021. Saham SMGR dibuka naik 25 poin ke posisi Rp 11.200 per saham.

Saham SMGR sempat berada di level tertinggi Rp 11.325 dan terendah Rp 11.075 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 3.342 kali dengan nilai transaksi Rp 27,3 miliar.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini