Ini Penyebab Penghitungan Hasil Pilpres AS Tak Kunjung Selesai

Aries Setiawan, Dinia Adrianjara
·Bacaan 1 menit

VIVA – Tiga hari setelah pemungutan suara ditutup, Amerika Serikat dan dunia masih belum mendapatkan hasil akhir dari pemilihan presiden. Hasil sementara, Joe Biden hanya tinggal selangkah lagi menggulingkan Donald Trump dari Gedung Putih.

Penantian ini telah memicu ketegangan di seluruh negara bagian AS, terlebih lagi setelah Trump tanpa bukti menuduh pihak Demokrat telah merekayasa penipuan.

Namun keterlambatan penyelesaian penghitungan suara memang sudah diantisipasi sebelumnya lantaran sesuai aturan, masing-masing negara bagian di AS melakukan pemungutan suara sendiri.

California selaku negara bagian terpadat penduduknya di AS, dengan cepat menyelesaikan penghitungan suara dan memenangkan Biden setelah pemungutan suara ditutup pada 3 November lalu. Namun pengumuman itu belum hasil resmi, sebab butuh waktu lebih lama untuk mendapat hasil akurat.

"Semakin dekat persaingan, semakin lama waktu yang dibutuhkan," kata sekretaris negara bagian pennsylvania, Kathy Boockvar, seperti dilansir Channel News Asia.

Negara bagian juga memiliki tenggat waktu yang berbeda untuk menerima surat suara, terutama yang berasal dari militer atau warga negara yang tinggal di luar negeri.

North Carolina telah menunda penghitungan 171 ribu surat suara, karena menurut undang-undang surat suara yang datang melalui pos hingga 12 November masih bisa dihitung asalkan mendapatkan cap di hari pemilu.

Demikian pula dengan Nevada. Sebagai salah satu negara bagian pertempuran utama, Nevada masih terus melakukan penghitungan terhadap surat suara dengan cap pos hari pemilu, asalkan surat suara tersebut masuk selambatnya 10 November.

Di tengah pandemi COVID-19, negara-negara bagian yang terbiasa dengan jumlah suara terbatas, kini telah dibanjiri dengan penggunaan surat suara yang dikirimkan oleh warga karena tidak ingin mengambil risiko jika memberi suara secara langsung.

Menurut perkiraan US Elections Project, pemilu tahun ini memecahkan rekor sebab ada 65,2 juta orang AS yang memberikan suara mereka melalui surat suara.