Ini Penyebab Urbanisasi Meningkat Menurut Menakertrans

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimmin Iskandar menjelaskan kalau urbanisasi terjadi karena kurangnya perencanaan pemerintah daerah. Muhaimmin menjelaskan kalau pemerintah daerah harus pintar membuka alternatif pekerjaan.

"Orang jadi mencari kerja di mana pun yang penting ada penghasilan,"ujar Muhaimmin di TPS 01 Widya Chandra, Komplek Kementerian, Kamis (20/9/2012).

Dalam penjelasannya, Muhaimmin mengatakan ada 2 sebab utama urbanisasi. Untuk yang pertama, Pemerintah menjanjikan apa saja yang bisa menjadikan penghasilan, baik di sektor informal dan sub sektor informal.

"Inilah yang menjadikan sangat mudah mendapat penghasilan tanpa persiapan, ini bahaya karena tidak mendapat jaminan dan akan menambah kerawanan,"jelas Muhaimmin.

Alasan kedua, Muhaimmin menjelaskan kalau di daerah, tidak ada perencanaan ketenagakerjaaan. Selain itu pemberian pendidikan yang biasa-biasa saja dan tidak didukung keterampilan ekonomi, serta pemerintah daerah tidak menyiapkan alternatif lapangan pekerjaan.

"Untuk itu kami akan memperbanyak alternatif pekerjaan di daerah, seperti kegiatan padat karya, pemasaran, mulai dari kemandirian ekonomi dan wirausaha, justru itu lebih menguntungkan ketimbang ke Jakarta tanpa skill," ungkap Muhaimmin.

Berita lain:

  • Dituduh Korupsi, Gumilar Siap Pembuktian Terbalik
  • Gumilar Bantah Diperiksa Soal Penyelidikan Kasus Korupsi
  • Mahasiswa Indonesia Bikin Robot Pembersih Gedung
  • BSI Lakukan Ekspedisi di 25 Gunung
  • Penggunaan Otak Kanan Seharusnya Dilakukan Sejak Dini
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.