Ini Peran 2 Anggota TNI di Kasus Kaburnya Rachel Vennya dari Karantina

·Bacaan 1 menit
Selebgram Rachel Vennya (kiri) saat tiba di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (21/10/2021). Rachel memenuhi panggilan Polda Metro Jaya untuk dimintai klarifikasi terkait kasus dugaan kaburnya dari tempat karantina usai pulang dari luar negeri. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Kasus kaburnya selebgram Rachel Vennya dari Wisma Atlet Pademangan usai berlibur di Amerika Serikat hingga kini masih terus diusut aparat kepolisian.

Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Covid-19 bahkan turut melakukan penyelidikan menyusul adanya temuan keterlibatan dua oknum anggota TNI dalam kasus tersebut. Masing-masing berinisial IG berasal dari Wing I Paskhas/Hardha Marutha dan FS dan Korps AU.

Kapendam Jaya, Kolonel Arh Herwin BS menerangkan, keduanya tengah diperiksa oleh Polisi Militer (POM) di kesatuan masing-masing.

Dari hasil penyelidikan diketahui bahwa kedua oknum TNI itu membantu Rachel Vennya untuk tidak melaksanakan karantina sepulang beribur dari Amerika.

"Jadi kalau secara pengakuannya yang bersangkutan membantu RV untuk tidak menginap di karantina," ungkap Herwin di Kemayoran, Jakpus Minggu (24/10/2021).

Herwin mengatakan, pengakuan sementara kedua oknum bantuan diberikan secara cuma-cuma tanpa ada imbalan sedikit pun.

"Sementara pengakuannya ini tidak ada upaya suap," jelasnya.

Rachel Hanya Karantina Selama 3 Hari

Dalam kesempatan itu, Herwin kembali menepis pengakuan Rachel Vennya yang mengaku tak pernah menjalani karantina di Wisma Atlet seperti kabar yang beredar.

Herwin mengatakan, pihaknya telah mengecek daftar kunjungan di Wisma Atlet Pademangan. Tercatat bahwa Rachel Vennya hanya melakukan karantina selama tiga hari.

"Kalau di absensinya saya liat itu sempat masuk 3 hari. Saya belum tau detailnya, itu kan kerjaan intel. Saya terima beritanya seperti itu," tandas dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel