Ini Perbedaan Drama Korea dengan Cina dan Jepang

TEMPO.CO, Jakarta - Gelombang demam Korea Selatan alias hallyu diawali dengan serial drama televisi Korea yang digemari di negara tetangga: Cina dan Jepang. Serial drama Korea memiliki karakter yang berbeda dengan drama Cina dan Jepang.

Menurut buku Passport to Korean Culture yang terbit 2009, »Serial drama Cina lebih fokus kepada cerita sedangkan serial drama Jepang menekankan gejolak tokoh. Sementara, drama Korea lebih fokus kepada berbagai karakter tokoh-tokohnya ketimbang cerita.”

Contohnya, drama Dae Jang Geum. Serial ini digemari khalayak karena ekspresi detail seorang wanita yang mencoba mengeluarkan keahliannya yang terbaik.

»Pemirsa tampaknya puas dengan drama seperti Dae Jang Geum dan Winter Sonata karena mereka bisa merasakan tokoh di drama itu adalah mereka. Pemirsa juga ikut merasakan apa yang dialami tokoh di dalam drama itu,” tulis Passport to Korean Culture.

Demam budaya Korea mewabah di Asia Tenggara sejak akhir 1990-an. Istilah hallyu pun muncul di media massa Cina untuk menyebut wabah itu. Hallyu ditandai dengan meledaknya serial drama televisi Winter Sonata di Jepang. Serial ini menjadi program paling sukses di luar Korea Selatan.

Warga Korea dikenal suka menonton drama televisi, film, dan mendengarkan musik. Di antara kegemaran itu, menonton drama televisi menjadi favorit mayoritas warga Korea.

KODRAT

Berita terkait:

Mengapa Serial Drama Korea Digandrungi?

Demam Korea Bertahan Hingga 10 Tahun ke Depan

Indonesia Negara Penting Penyebaran Budaya Korea

K-Pop Sebagai Pintu Masuk Kebudayaan Asli Korea

Demam K-Pop, Bagaimana Pemerintah Korea?

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.