Ini Perbedaan FLPP dan BP2BT yang Perlu Anda Ketahui

Ini Perbedaan FLPP dan BP2BT yang Perlu Anda Ketahui
Ini Perbedaan FLPP dan BP2BT yang Perlu Anda Ketahui

RumahCom – Demi mengupayakan tersedianya rumah layak terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), pemerintah mengeluarkan beberapa fasilitas pembiayaan di antaranya FLPP dan BP2BT. Keduanya sama-sama memberikan bantuan subsidi uang muka dan memiliki sejumlah persyaratan yang cukup terjangkau. Namun apa saja perbedaan FLPP dan BP2BT?

Jika Anda penasaran dan masuk dalam kriteria penerima bantuan rumah subsidi, artikel ini sangat tepat karena akan mengupas lengkap berbagai bahasan seputar perbedaan FLPP dan BP2BT seperti berikut:

  • Perbedaan FLPP dan BP2BT

  • Syarat FLPP dan BP2BT

  • Aturan FLPP dan BP2BT

  • Keunggulan FLPP dan BP2BT

  • Kekurangan FLPP dan BP2BT

Perbedaan FLPP dan BP2BT

<em>Untuk mengajukan BP2BT, calon debitur harus memiliki tabungan. (Foto: iStock – Utah778)</em>
Untuk mengajukan BP2BT, calon debitur harus memiliki tabungan. (Foto: iStock – Utah778)

Apa Itu FLPP?

FLPP adalah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan yang merupakan bantuan pembiayaan KPR Subsidi yang diberikan kepada MBR dimana pengelolaannya dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Bisa dikatakan juga FLPP bertujuan menyediakan dana dalam mendukung KPR sederhana sehat bagi MBR untuk memperoleh rumah tapak dan satuan rumah susun melalui KPR sejahtera.

FLPP sendiri telah berlaku sejak 2010 lalu dan ditujukan untuk mengatasi kurangnya pasokan rumah dibanding permintaan. Jika mendapatkan FLPP, seseorang akan mendapat berbagai keuntungan seperti bantuan SBUM (Subsidi Bantuan Uang Muka), DP ringan, sampai bunga angsuran fixed selama masa kredit.

Apa Itu BP2BT?

BP2BT adalah singkatan untuk Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). Menurut laman resmi Direktorat Jenderal (Ditjen) Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, BP2BPT merupakan program bantuan pemerintah yang diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah yang telah mempunyai tabungan.

Program ini dibuat pemenuhan sebagian uang muka perolehan rumah atau sebagian dana untuk pembangunan rumah swadaya melalui kredit atau pembiayaan bank pelaksana. Jika mendapatkan bantuan ini, nasabah bisa mengajukan kredit dengan tenor maksimal 20 tahun dan bebas premi asuransi serta PPN.

[PropertyTip]Dalam memilih rumah subsidi, survei rumah contoh untuk mengetahui kualitas bangunan.[/PropertyTip]

Perbedaan FLPP dan BP2BT

Meskipun sekilas tampak sama-sama membantu masyarakat berpenghasilan rendah miliki rumah subsidi, ada beberapa perbedaan FLPP dan BP2BPT yang perlu Anda ketahui. Apa saja? Ini dia di antaranya:

 

FLPP

BP2BT

Subsidi Uang Muka

Rp4 juta

Rp21-Rp32,4 juta (ditentukan dari penghasilan kelompok sasaran dan nilai rumah)

Tabungan

Tidak perlu memiliki tabungan lebih dulu

Telah memiliki tabungan minimal 6 bulan dengan saldo Rp2-5 juta

Syarat Penghasilan

Rp2 – Rp8 juta

Rp6 juta untuk rumah tapak dan Rp7 juta untuk rumah susun bagi Zona 1 (Sumatera, Kepri, Bangka belitung, Sulawesi dan Jawa kecuali JABODETABEKRp6 juta untuk rumah tapak dan Rp7,5 juta untuk rumah susun bagi Zona 2 (Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Maluku Utara, dan JABODETABEKRp6,5 juta untuk rumah tapak dan Rp8,5 juta untuk rumah susun bagi Zona 3 (Papua dan Papua Barat)

DP Rumah Minimal

1 persen dari harga rumah

5 persen dari harga rumah (BTN)

Suku Bunga

Berkisar 5 persen per tahun

10 persen tahun pertama 11 persen tahun kedua 12 persen tahun ketiga Bunga floating untuk tahun keempat dan seterusnya

Syarat FLPP dan BP2BT

<em>Pastikan Anda memiliki NPWP agar bisa mengajukan KPR subsidi. (Foto: iStock – Khaosai W)</em>
Pastikan Anda memiliki NPWP agar bisa mengajukan KPR subsidi. (Foto: iStock – Khaosai W)

Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan jika BP2BT ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan penghasilan menengah lebih besar sama dengan Rp4 juta. Selain itu subsidi uang muka yang diberikan pemerintah juga jauh lebih besar dibandingkan FLPP.

Dengan perbedaan yang cukup signifikan, apakah ada perbedaan FLPP dan BP2BT dari segi dokumen persyaratan? Bagi Anda yang tertarik dengan 2 program ini, simak syarat/ketentuan penerimanya berikut ini:

Syarat Penerima FLPP

  • Warga Negara Indonesia (WNI) dan berdomisili di Indonesia

  • Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah

  • Individu atau pasangan belum pernah menerima subsidi serupa dari pemerintah

  • Masa kerja atau usaha minimal 1 tahun

  • Penghasilan maksimal Rp8 juta untuk rumah tapak dan susun

  • Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi sesuai undang-undangan yang berlaku

Syarat Penerima BP2BT

  • WNI berusia 21 tahun atau telah menikah

  • Usia pemohon tidak lebih dari 65 tahun saat kredit jatuh tempo. Khusus peserta ASABRI yang mendapatkan rekomendasi dari YKPP, usia pemohon sampai dengan 80 tahun pada saat kredit jatuh tempo

  • Pemohon atau pasangan tidak memiliki rumah atau belum pernah menerima subsidi pemerintah untuk kepemilikan rumah. Poin ini dikecualikan bagi TNI/Polri/PNS yang pindah tugas

  • Gaji/penghasilan pokok tidak lebih dari Rp6,5 juta untuk rumah tapak dan pembangunan rumah swadaya serta Rp8,5 juta untuk rumah sejahtera susun

  • Mempunyai tabungan di dalam sistem bank dengan ketentuan batasan saldo periode paling sedikit 6 bulan terakhir

  • Memiliki e-KTP

  • Memiliki NPWP dan SPT Tahunan PPh orang pribadi sesuai perundang-undangan yang berlaku

  • Pengembang wajib terdaftar di Kementerian PUPR

  • Spesifikasi rumah sesuai dengan peraturan pemerintah

Aturan FLPP dan BP2BT

<em>Bantuan uang muka BP2BT dapat dimanfaatkan untuk rumah tapak dan rusun. (Foto: iStock – Craig Rjd)</em>
Bantuan uang muka BP2BT dapat dimanfaatkan untuk rumah tapak dan rusun. (Foto: iStock – Craig Rjd)

Berbeda dengan FLPP, aturan mengenai BP2BT tertuang dalam Peraturan Menteri PUPR atau Permen PUPR Nomor 31 Tahun 2021 tentang Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan. Dijelaskan bahwa aturan tersebut bertindak sebagai pedoman dalam pelaksanaan BP2BT yang bertujuan agar pelaksanaannya dilakukan secara efektif, transparan, dan akuntabel.

Lebih lanjut dalam Peraturan Menteri PUPR atau Permen PUPR Nomor 32 Tahun 2021 tentang Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan, dana bantuan BP2BT disalurkan melalui bank pelaksana untuk digunakan sebagai bagian:

  1. Uang muka dalam kepemilikan rumah umum tapak dan rusun umum; atau

  2. Biaya pembangunan atau perbaikan rumah swadaya

Sementara itu aturan tentang FLPP tertulis dalam dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 20/PRT/M/2019 tentang Kemudahan dan Bantuan Pemilikan Rumah Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Dijabarkan di Pasal 4 ayat (1), bantuan pemilikan rumah untuk MBR yang diberikan melalui dana murah jangka panjang atau FLPP dikelola oleh PPDPP dengan menerapkan pengelolaan keuangan layanan umum.

Dilanjutkan pada Pasal 5 ayat (1), FLPP bertujuan untuk menyediakan dana dalam mendukung kredit pemilikan rumah sederhana sehat bagi MBR untuk memperoleh Rumah Umum Tapak dan Rusun Umum melalui KPR Sejahtera.

Untuk pola penyaluran dananya, dalam Pasal 22 ayat (2) dijelaskan dilakukan menggunakan pola penyaluran dengan risiko ketidaktertagihan dana FLPP ditanggung oleh Bank Pelaksana (executing).

Keunggulan FLPP dan BP2BT

<em>Dibandingkan BP2BT, suku bunga FLPP lebih rendah sehingga cicilan lebih ringan. (Foto: iStock – Microstockhub)</em>
Dibandingkan BP2BT, suku bunga FLPP lebih rendah sehingga cicilan lebih ringan. (Foto: iStock – Microstockhub)

Meskipun memiliki perbedaan yang cukup signifikan, baik FLPP dan BP2BT sama-sama memiliki keunggulan sebagai berikut:

FLPP

BP2BT

Batas syarat penghasilan lebih rendah

Subsidi uang muka yang diberikan lebih besar dan diberikan di muka

Suku bunga yang ditetapkan lebih ringan dan tetap

Tenor panjang sampai 20 tahun

Persen uang muka yang harus dibayarkan sangat terjangkau

Bebas biaya premi dan PPN

Tidak perlu memiliki lebih dulu untuk mengajukan FLPP

Dengan jumlah bantuan lebih besar, angsuran BP2BT hampir setara FLPP

Tenor panjang sampai 20 tahun

 

[ArticleCallout]{ “title”: “7 Keuntungan Beli Rumah dengan KPR”, “excerpt”: “Simak penjelasannya di sini!”, “link”: “https://www.rumah.com/panduan-properti/keuntungan-beli-rumah-dengan-kpr-71044”, “image”: “https://img.iproperty.com.my/angel/1110×624-crop/wp-content/uploads/sites/5/2022/09/Alt-text-7-Keuntungan-Beli-Rumah-dengan-KPR.png” } [/ArticleCallout]

Kekurangan FLPP dan BP2BT

<em>Jika terbukti menelantarkan rumah subsidi, ada sanksi yang akan diterima debitur. (Foto: iStock- Cole Photo)</em>
Jika terbukti menelantarkan rumah subsidi, ada sanksi yang akan diterima debitur. (Foto: iStock- Cole Photo)

Sama halnya dengan produk subsidi lainnya, FLPP dan BP2BT juga memiliki kekurangan yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memutuskan untuk mengajukan permohonan.

FLPP

BP2BT

Subsidi uang muka yang diberikan tidak besar, hanya Rp4 juta

Uang muka lebih mahal dibandingkan FLPP

Rumah subsidi harus ditempati, tidak boleh dijual atau disewakan

Bunga angsuran mengikuti suku bunga mengambang sejak tahun keempat

Spesifikasi rumah standar dan tidak boleh renovasi besar dalam 5 tahun pertama

Batasan penghasilan lebih tinggi dan dibagi berdasarkan zona wilayah

Tonton video berikut ini untuk mencari tahu cara mengecek sertifikat tanah secara online!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah