Ini Perbedaan Kartu Sehat dan Jamkesda

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta terpilih Joko Widodo mengatakan program kesehatannya berupa Kartu Sehat akan lebih mudah didapat dibandingkan dengan program kesehatan Jaminan Kesehatan Daerah pada masa Fauzi Bowo. "Bedanya ada pada kemudahannya," kata Jokowi di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa, 2 Oktober 2012.

Menurut dia, kemudahan programnya itu dilihat dari cara untuk mendapatkan kartu sehat tersebut. Kartu sehat itu akan dibagikan langsung kepada masyarakat Jakarta, sehingga mereka dapat langsung menggunakannya untuk berobat.

Kemudahan ini, menurut Jokowi, berbeda dengan program Jamkesda yang baru bisa diperoleh setelah warga mengurus surat keterangan tidak mampu (SKTM) melalui RT, RW, sampai kelurahan terlebih dahulu untuk mendapatkan jaminan kesehatan secara gratis. "Dengan Kartu Sehat, orang bisa langsung ke rumah sakit," kata Jokowi.

Ia berjanji akan secepatnya membagikan kartu sehat kepada masyarakat. Jokowi menabahkan, warga yang sudah memiliki Kartu Sehat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan tambahan, seperti cuci darah.

Untuk sementara, Jokowi akan mengutamakan pemberian Kartu Sehat bagi warga miskin Jakarta. "Warga miskin itu prioritas, warga biasa juga diberi, konglomerat pun kalau enggak malu diberi juga tidak apa-apa," katanya.

Terkait anggaran, Jokowi yakin APBD DKI Jakarta cukup untuk merealisasikan program itu. Namun, ia belum tahu berapa jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk Kartu Sehat.

MITRA TARIGAN

Berita terpopuler lainnya:

Pemerintah Siapkan ''Pengganjal'' Jokowi

Jokowi Tidak Akan Ambil Gaji Gubernur DKI?

Jokowi Puji Fauzi Bowo Sebagai Kesatria

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.