Ini Perkiraan Gaji Ahok Jika Jadi Bos Pertamina, Besar Mana Sama Gaji Gubernur?

Christantio Utama

Nama sosok Basuki Tjahaja Purnama atau biasa dipanggil Ahok belakangan ini kembali santer dibicarakan oleh Media Tanah Air terkait pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir yang menilai Ahok layak jadi pimpinan di salah satu perusahaan pelat merah tersebut.

“Ya saya rasa beliau juga tokoh yang konsisten yang sudah jelas track record-nya bisa terus membangun,” terang Erick saat berada di Kompleks Istana tanggal 14 November 2019, mengutip dari Detik.

Pria yang lahir pada tanggal 28 Juni 1966 di Bangka Belitung ini memiliki rekam pendidikan dan karier yang terbilang bagus. Ia merupakan lulusan Teknik Geologi Universitas Trisakti pada tahun 1990 dan melanjutkan S2 jurusan Manajemen Keuangan di Universitas Prasetya Mulia pada tahun 1994.

Selanjutnya ia melanjutkan karier di dunia politik sebagai Bupati Belitung Timur tahun 2005. Lalu tahun 2012 ia terpilih sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta bersama dengan Jokowi dan mengambil alih posisi Gubernur pada tahun 2014 sampai 2017.

Nah dari sekian banyak jabatan yang didudukinya sampai hari ini, kira-kira berapa sih nominal pendapatan yang bisa diraih oleh Ahok setiap bulannya untuk posisi-posisi tersebut? Yuk kita intip nominalnya berikut ini.

Baca juga: Ahok Diprediksi Duduk Sebagai Direksi BUMN, Memangnya Sudah Penuhi Persyaratan Ini?

Gaji Ahok selama menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta Rp 2,4 juta

Dalam sebuah kunjungan ke Jakarta Creative Hub, 25 Maret 2017 silam. (Instagram/@basukibtp)

Ketika pria berzodiak Cancer ini menjadi Wakil Gubernur tahun 2012 sampai 2014, ia mendapatkan gaji pokok dari pemerintah sebesar Rp 2,4 juta sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1980. Itu belum termasuk tunjangan yang nominalnya mencapai Rp 4.320.000 sesuai Keputusan Presiden No. 68 Tahun 2001. 

Bila dijumlahkan maka total pendapatannya mencapai Rp 6.720.000 per bulannya. Tapi angka tersebut meningkat pasca menggantikan Jokowi yang maju dalam Pilpres 2014, berapa besar kenaikannya?

Baca juga: Bakal Diisi Ahok, Ini 4 Fakta PT Pertamina yang Bisnis Minyak hingga Kesehatan

Ahok mendapatkan kenaikan gaji sekitar 20 persen sebagai Gubernur

Saat mencalonkan diri bersama Djarot Saiful Hidayat di Pilgub DKI 2017. (Instagram/@basukibtp)

Setelah disahkan menjadi Gubernur DKI Jakarta tanggal 19 November 2014 sampai 9 Mei 2017, BTP berhak mendapatkan kenaikan gaji pokok menjadi Rp 3 juta per bulannya. Sedangkan untuk tunjangannya juga naik ke angka Rp 5,4 juta.

Jadi, total uang yang bisa masuk rekening pribadinya sebesar Rp 8,4 juta per bulan. Terdapat peningkatan total sekitar Rp 1,6 jutaan dari posisi sebelumnya

Baca juga: Potret Kehidupan Veronica Tan, Mantan Istri Ahok yang Peduli Sesama dan Punya Banyak Bisnis

Gaji Ahok sebagai Youtuber mencapai puluhan juta rupiah lho!

Pendapatan akun Youtube Panggil Saya BTP. (Social Blade)

Pasca bebas dari penjara akibat kasus penistaan yang menimpanya pada tahun 2017, BTP langsung membuat akun Youtube untuk para fansnya yang pengin melihat kegiatan sehari-harinya.

Sampai saat ini jumlah subscribernya udah mencapai 1 juta orang dan jumlah viewers mencapai 600 ribu lebih per bulannya. Dengan statistik seperti itu jumlah uang yang bisa masuk ke dompetnya dari Youtube ditaksir mencapai US$ 2.600 atau setara Rp 36 jutaan per bulan, melansir dari Social Blade.

Angka tersebut tentunya berpotensi meningkat seiring popularitasnya yang ikut terangkat di media sosial.

Jika Ahok benar menjadi pimpinan BUMN, berapa gaji yang bakal diterima?

Ilustrasi terima gaji. (Shutterstock)

Salah satu BUMN yang paling santer dikaitkan olehnya adalah Pertamina. Di sana, ia dikabarkan bakal menjadi Komisaris Utama atau Direktur Utama.

Dalam laporan keuangan Pertamina tahun 2018, terdapat dana sekitar US$ 47,23 juta atau setara Rp 671 miliar per tahun sebagai kompensasi gaji direksi dan komisaris yang berjumlah 17 orang.

Belum ada angka pasti emang berapa jumlah total pendapatannya nanti jika terpilih. Sebab, tentunya kompensasi tersebut tidak akan dibagi secara merata kepada 17 orang yang duduk di dewan direksi maupun komisaris, melainkan proporsional sesuai jabatannya.

Kalaupun dibagi rata, maka masing-masing dari 17 orang itu akan mendapatkan Rp 39,4 miliar per tahun atau sekitar Rp 3,2 miliar per bulan. Namun, perlu dipahami sekali lagi, tentunya proporsi gaji dan kompensasi yang diterima tiap orang berbeda, bergantung dari jabatannya.

Tapi sangat mungkin sekali besar gajinya bakal menjadi yang terbesar di antara gaji yang didapat dari jabatan dan profesi yang Ahok lakoni sebelumnya.

Nah itulah sedikit informasi tentang gaji Ahok. Apapun perusahaannya nanti, semoga sosoknya bisa membawa dampak positif terhadap BUMN kita ya! (Editor: Ruben Setiawan)