Ini Pernyataan Chavez yang Menuai Kontroversi  

TEMPO.CO, Karakas — Presiden Venezuela Hugo Chavez, yang wafat pada usia 58 tahun, pada Selasa waktu setempat dikenal sebagai tokoh kontroversial. Ucapan-ucapannya yang dramatis dan provokatif kerap menjadi berita utama media internasional. Ini adalah beberapa penyataan Chavez yang berhasil menarik minat dunia:

1. Menyamakan Bush dengan setan. Saking jengkelnya Chavez terhadap bekas Presiden Amerika Serikat George W. Bush, ia menyebut Bush sebagai »setan” dalam pidato di Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2006. »Kemarin, ada setan yang datang kemari. Ya, datang kemari. » Chavez membuat tanda salib sebelum kembali berkata, »Dan baunya masih membekas hingga kini.”

2. Kapitalisme membunuh mahluk hidup di Mars. Sebagai tokoh penting sosialis, Chavez memiliki kebencian besar terhadap segala sesuatu yang berbau kapitalis. Ia bahkan sempat menuding kapitalisme membunuh mahluk hidup di Mars dalam peringatan Hari Air Sedunia pada 2011. »Saya kerap mendengar bahwa ada peradaban di Mars. Tapi, mungkin, sejak kapitalisme mendarat di sana, imperialisme turut serta dan membunuh mereka.”

3. Mengecam Halloween. Budaya yang sangat lazim dirayakan warga Amerika Serikat, tak luput dari kritikan Chavez. Dalam acara televisnya, Alo Presidente, pada 2005, Chavez menegaskan bahwa perayaan Halloween adalah kebiasaan »Gringo” yang tidak layak dilakukan warga Venezuela. »Ini adalah permainan teror, sesuai dengan budaya Barat yang gemar menakuti negara lain, bahkan rakyatnya sendiri.”

4. Mengecam operasi plastik. Kritikan pedas Chavez tak hanya soal politik. Ia pun kerap mengecam budaya kontemporer, mulai wiski Skotlandia hingga operasi pembesaran payudara. Pada 2011, Chavez dilaporkan memarahi para dokter yang dinilai mendorong perempuan Venezuela untuk membesarkan payudaranya.

5. Menuding Amerika Serikat bertanggung jawab atas gempa dasyat di Haiti. Setelah gempa dasyat yang mengguncang Haiti pada 2010, Chavez menuding Amerika Serikat bertanggung jawab. Seperti dilansir stasiun televisi ABC Spanyol, Chavez mengatakan bahwa negara adidaya itu melakukan uji coba senjata gempa yang berakhir dengan musibah tersebut. »Saya memeproleh info dari intelijen Rusia.”

6. Plot serangan kanker Amerika Serikat. Negara adidaya itu lagi-lagi menjadi tudingan Chavez dalam epidemi penyakit kanker yang melanda petinggi negara-negara Amerika Latin. Selain Chavez, tercatat beberapa presiden di kawasan tersebut harus berobat karena mengidap penyakit kanker. »Apakah aneh jika mereka mengembangkan teknologi untuk menyebarkan kanker dan kita baru mengetahuinya 50 tahun lagi?”

Adios Kamerad Chavez.

L LOS ANGELES TIMES | SITA PLANASARI AQUADINI

Terpopuler:

Ruhut Sitompul Goda Ibunda Raffi Ahmad 

Fakta-fakta Menarik Jelang MU Vs Real Madrid 

Pegawai Kemenag Dicurigai Gelapkan Dana Haji 

Polisi Gamang Usut Golden Traders

Menolong Neneng, 2 WN Malaysia Divonis 7 Tahun

Akil Mochtar Ingin Jadi Ketua MK 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.