Ini Peta Sebaran PMK di Riau, Kasus Terbanyak di Kuansing

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebanyak 2.347 ekor hewan ternak di Riau yang sudah sembuh dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Saat ini tersisa tinggal 1.099 ekor lagi yang masih dalam tahap penyembuhan dari total 3.446 ekor yang terjangkit PMK.

Juru Bicara Satgas Penanganan PMK Provinsi Riau, drh Faralinda Sari mengatakan, kasus PMK di Riau sudah menyebar di sembilan dari 12 daerah di Riau.

"Tiga daerah lagi yang masih nihil atau tidak terjadi kasus PMK pada hewan ternak. Yakni Pekanbaru, Rohil dan Kabupaten Kepulauan Meranti," kata Faralinda, Selasa (30/8).

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau ini mengatakan, bagi hewan yang masih sakit, petugas terus melakukan upaya penyembuhan.

"Upaya itu bisa berupa pemberian obat serta vitamin. Sementara bagi hewan yang tidak terkena PMK, saat ini terus digelar vaksinasi agar kebal dari penularan penyakit ini," jelas Faralinda.

Dari sembilan daerah yang terserang PMK, Kuansing menjadi daerah paling banyak hewan ternak yang terserang dengan 1.037 ekor, sedangkan Dumai masih menjadi wilayah yang paling sedikit ditemukan PMK dengan total 16 hewan ternak.

"Dumai baru ada kasus pada pekan lalu, menyusul 8 daerah yang sudah terserang duluan," katanya.

Untuk diketahui, penyakit mulut dan kuku merupakan penyakit yang terjadi pada hewan ternak akibat infeksi dari virus yang bersifat akut dan sangat menular.

Penyakit ini menyerang semua hewan berkuku belah/genap, seperti sapi, kerbau, babi, kambing, domba termasuk juga hewan liar seperti gajah, rusa dan sebagainya. [cob]