Ini Prosedur Split Sertifikat Rumah yang Perlu Anda Tahu

Ini Prosedur Split Sertifikat Rumah yang Perlu Anda Tahu
Ini Prosedur Split Sertifikat Rumah yang Perlu Anda Tahu

RumahCom – Prosedur split sertifikat rumah merupakan istilah yang banyak digunakan untuk proses pembagian tanah. Hal tersebut digunakan juga dalam proses pembagian warisan yang berupa tanah.Proses pemecahan sertifikat dapat dilakukan melalui notaris/PPAT atau Anda datang sendiri ke BPN. Jika menggunakan notaris, Anda perlu menyiapkan dana tambahan diluar biaya pecah sertifikat untuk membayar jasa.

Apabila Anda memiliki waktu senggang, Anda bisa mengurusnya sendiri dengan datang ke kantor BPN wilayah setempat. Anda perlu menyiapkan dokumen serta biaya yang diperlukan. Biaya pecah sertifikat tanah umumnya dikeluarkan saat seseorang hendak menjual sebagian tanah kavlingnya. Tentunya Anda juga harus memahami prosedur dan persyaratan yang telah ditentukan.Berikut beberapa poin yang akan diulas pada artikel ini:

  • Prosedur Split Sertifikat Rumah

  • Syarat Split Sertifikat Rumah

  • Biaya Split Sertifikat Rumah

  • Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Split Sertifikat Rumah

[ArticleCallout]{ “title”: “Contoh Surat Jual Beli Tanah Sederhana dan Penjelasannya”, “excerpt”: “Simak selengkapnya di sini!”, “link”: “https://www.rumah.com/panduan-properti/contoh-surat-jual-beli-tanah-sederhana-67379”, “image”: “https://img.iproperty.com.my/angel/520×300-crop/wp-content/uploads/sites/5/2022/06/22091103/1-Contoh-Surat-Jual-Beli-Tanah-Sederhana.jpg” } [/ArticleCallout]

Prosedur Split Sertifikat Rumah

<em>Proses pemecahan sertifikat atas nama pribadi dilakukan di lapangan oleh lembaga atau kantor pertanahan sesuai domisili. Sumber: Istimewa</em>
Proses pemecahan sertifikat atas nama pribadi dilakukan di lapangan oleh lembaga atau kantor pertanahan sesuai domisili. Sumber: Istimewa

Berencana melakukan pemecahan sertifikat tanah atau prosedur split sertifikat rumah? Umumnya, proses pecah sertifikat dilakukan untuk tujuan jual beli atau pembagian warisan. Hal ini merupakan hal yang lumrah akan dialami oleh pemilik tanah. Proses pemecahan sertifikat atas nama pribadi dilakukan di lapangan oleh lembaga atau kantor pertanahan sesuai domisili.

  • Jadi setelah semua dokumen lengkap, bawa semua syarat di atas ke kantor BPN sesuai domisili.

  • Selepas semua formulir dan berkas lengkap, pemohon akan mendapatkan bukti penerimaan berkas dan petugas akan langsung melakukan pengukuran tanah.

  • Setelah tanah diukur dan digambar, maka akan terbit penerbitan surat ukur untuk tiap-tiap bidang yang dipecah.

  • Setelah surat ukur terbit, baru akan dilakukan penerbitan sertifikat di Subseksi Pendaftaran Hak dan Informasi (PHI).

  • Setelah sertifikat ditandatangani oleh kepala lembaga pertanahan, maka sertifikat bisa diambil oleh pemohon.

Syarat Split Sertifikat Rumah

<em>Anda bisa melakukan pecah sertifikat lewat sejumlah persyaratan. Sumber: Istimewa</em>
Anda bisa melakukan pecah sertifikat lewat sejumlah persyaratan. Sumber: Istimewa

Melakukan pecah sertifikat tentu bisa Anda lakukan dengan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Terdapat beberapa persyaratan biaya pecah rumah yang harus Anda penuhi. Datangi Kantor Badan Pertanahan (BPN) setempat dan bawa dokumen-dokumen berikut:

  • Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas materai cukup (yang memuat: identitas diri; luas, letak dan penggunaan tanah yang dimohon; pernyataan tanah tidak dalam sengketa; pernyataan tanah dikuasai secara fisik; alasan pemecahannya);

  • Surat Kuasa apabila dikuasakan;

  • Fotocopy identitas pemohon (KTP, KK) dan kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket;

  • Sertifikat asli;

  • Izin Perubahan Penggunaan Tanah, apabila terjadi perubahan penggunaan tanah;

  • Melampirkan bukti SSP/PPh sesuai dengan ketentuan;

  • Tapak kavling dari Kantor Pertanahan;

  • Rencana tapak/site plan dari Pemerintah Kabupaten/Kota setempat.

Cara pecah sertifikat rumah tidak berbeda jauh dengan pecah sertifikat tanah. Jika Anda sedang mencari hunian pastikan sertifikatnya sudah hak milik sehingga Anda tidak perlu memecah sertifikat lagi. Cek daftar hunian terbaik di kawasan Tangerang Selatan dibawah Rp1 miliar di sini!

Biaya Split Sertifikat Rumah

<em>Biaya pecah sertifikat tanah memperhitungkan jumlah, luas tanah, dan penggunaannya.Sumber: Istimewa</em>
Biaya pecah sertifikat tanah memperhitungkan jumlah, luas tanah, dan penggunaannya.Sumber: Istimewa

Biaya prosedur split sertifikat rumah atau tanah umumnya dibutuhkan saat seseorang hendak menjual sebagian tanahnya. Proses pemecahan sertifikat itu sendiri diperkirakan memakan waktu sekitar 15 hari. Lalu, untuk biaya pecah sertifikat tanah memperhitungkan jumlah, luas tanah, dan penggunaannya.

Seperti simulasi di atas, jumlah yang harus dibayarkan dibedakan menjadi biaya pengukuran dan pendaftaran sesuai dengan letak tanahnya. Jika memiliki 2 bidang tanah dengan luas 120 m2 dan digunakan untuk lahan nonpertanian di Jakarta, biaya pecah sertifikat tanah yang harus Anda keluarkan adalah sekitar Rp357.600.

Biaya pecah sertifikat sendiri sudah diatur dalam PP No.13 Tahun 2010 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku di BPN. Sedangkan biaya pendaftaran pemisahan atau pemecahan sertifikat tanah sendiri adalah Rp 50.000 per bidang tanah.

[PropertyTip]Jika menggunakan notaris, Anda perlu menyiapkan dana tambahan diluar biaya pecah sertifikat untuk membayar jasa. Apabila Anda memiliki waktu senggang, Anda bisa mengurusnya sendiri dengan datang ke kantor BPN wilayah setempat.[/PropertyTip]

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Split Sertifikat Rumah

<em>Apabila terjadi pemecahan tanah induk yang telah terdaftar, maka dilakukan penetapan batas dan pengukuran kembali. Sumber: Istimewa</em>
Apabila terjadi pemecahan tanah induk yang telah terdaftar, maka dilakukan penetapan batas dan pengukuran kembali. Sumber: Istimewa

Berdasarkan Pasal 48 ayat (1) PP Pendaftaran Tanah, hak atas sebidang tanah yang sudah terdaftar dapat dipecah menjadi beberapa bagian berdasarkan permintaan pemegang hak yang bersangkutan. Masing-masing pecahan tersebut merupakan satuan bidang tanah baru dengan status hukum yang sama dengan bidang tanah semula.

Apabila terjadi pemecahan tanah induk yang telah terdaftar, maka dilakukan penetapan batas dan pengukuran kembali. Caranya, dengan dibuatkan gambar ukur baru dan dilakukan perubahan pada peta pendaftaran tanahnya. Hal ini diatur dalam Pasal 42 Peraturan Menteri Negara Agraria/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah (Permen Agraria/BPN 3/1997).

Peraturan tersebut juga menyatakan kalau Akta Jual Beli (AJB) dapat dijadikan dasar untuk melakukan peralihan hak karena jual beli sekaligus melakukan pemecahan tanah induk guna pendaftaran perubahan pendaftaran tanah.

Tonton video berikut untuk mengetahui cara membuat ruangan kecil terasa lebih besar!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

[AskGuru][/AskGuru]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel