Ini Rencana Besar Hyundai di Indonesia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) berkomitmen besar dalam menjalani bisnisnya di Indonesia. Pabrikan asal Korea Selatan itu menyatakan memiliki sederet agenda besar yang siap mereka jalankan mulai 2021.

Makmur, Managing Director HMID, mengungkapkan fokus perusahaan pada tahun ini adalah meningkatkan brand awareness Hyundai di Indonesia yang masih kurang.

Kedua, menyiapkan infrastruktur manufaktur dengan membangun pabrik di Bekasi dan membuka kantor regional Hyundai Asia Pasifik di Indonesia termasuk training center.

"Pembangunan pabrik sudah 80 persen sejak tahun lalu. Kami juga akan membangun pusat riset dan pengembangan atau R&D Hyundai di Indonesia sehingga bisnis operasi Hyundai di Indonesia akan lebih efektif dan efisien di kawasan Asia Pasifik," ujar Makmur, akhir pekan lalu.

Indonesia akan menjadi negara pertama di ASEAN yang menjadi lokasi Pusat R&D Hyundai. Karena di Asia, Pusat R&D Hyundai hanya ada di Korea Selatan, Jepang, China, dan India.

Selain itu, Hyundai juga membangun Pusat R&D di Jerman dan Alabama, California serta Detroit di Amerika Serikat.

Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi Hyundai di Indonesia dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama pada 2019-2021 dan tahap kedua 2022-2030.

Di tahap pertama, Hyundai fokus pada investasi pabriknya dengan tujuan pasar ekspor setidaknya 50 persen dari total produksi.

Fokus Pengembangan Mobil Listrik

Sedangkan di tahap kedua, Hyundai akan fokus mengembangkan pabrik mobil listrik, pabrik transmisi, pusat penelitian dan pengembangan (R&D center), pusat pelatihan, dan produksi Hyundai Motor.

Di laman resmi Hyundai Indonesia, Hyundai menginvestasikan US$ 1,55 miliar atau setara Rp 22 triliun untuk mengembangkan pusat manufaktur pertamanya di ASEAN, tepatnya di Kota Deltamas, Bekasi, Jawa Barat, Indonesia.

Pabrik ini dibangun di lahan seluas 77,6 hektare yang akan dioperasikan oleh PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI). Fasilitas R&D sangat mungkin dibangun di lahan seluas 77,6 hektare itu.

Rencananya, pabrik tersebut memulai produksi komersial pada paruh kedua 2021 dengan kapasitas produksi 150.000 unit per tahun, dan meningkat menjadi 250.000 unit setiap tahun untuk kapasitas maksimumnya. Pabrik ini aken membuka lapangan kerja sebanyak 5.000 tenaga kerja.

Dari pabrik ini pula, Hyundai akan mengembangkan produksi kendaraan elektrik (EV) kelas dunia yang akan diekspor ke pasar dunia.

Sumber: Merdeka.com

Infografis Vaksin Sinovac Boleh Digunakan dan Halal

Infografis Vaksin Sinovac Boleh Digunakan dan Halal. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Vaksin Sinovac Boleh Digunakan dan Halal. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: