Ini Sejumlah Solusi Cegah Konflik Pengelolaan Apartemen

Bayu Nugraha, Arrijal Rachman
·Bacaan 1 menit

VIVA – Perseteruan dua kelompok atau organisasi masyarakat di Apartemen City Park, Cengkareng, Jakarta Barat yang memperebutkan status pengelolaan akhirnya menemukan titik temu setelah dilakukan mediasi pemerintah setempat.

Diketahui, berdasarkan keputusan yang ada, pengelolaan apartemen untuk sementara dilakukan oleh Lurah Cengkareng Timur sebagai caretaker sambil menunggu proses kepengurusan yang baru.

Pengamat Perkotaan Yayat Supriatna menilai untuk melerai persoalan pengelolaan tempat usaha memang pemerintah daerah perlu melibatkan diri. Sebab, pengelolaan apartemen harus dilakukan oleh profesional.

"Untuk memastikan layanan yang maksimal bagi penghuni, apartemen harus dikelola oleh profesional dan turut melibatkan penghuni dalam berbagai aktivitas," ujar Yayat di Jakarta, Jumat, 5 Februari 2021.

Dia menekankan, fasilitas apartemen yang perlu melibatkan tenaga profesional diantaranya penyediaan air bersih, pemeliharaan lift dan pengelolaan fasilitas umum, termasuk pemberdayaan komunitas penghuni.

Pengelola yang profesional menurutnya memiliki prosedur operasional yang terstandarisasi. Termasuk saat terjadi situasi darurat seperti kebakaran, bencana alam, hingga wabah pandemi seperti saat ini.

Hal senada juga disampaikan Pengamat Tata Kota Nirwono Joga. Dia menekankan, untuk mencegah adanya kisruh pengelolaan perlu dilakukan kesepakatan sistem oleh pengembang dan penghuni.

"Kisruh yang kerap terjadi dipicu oleh masalah internal pengelolaannya itu sendiri. Sehingga, pengembang dan penghuni perlu menyepakati sistem dan susunan pengelolaan yang dimediasi oleh pemerintah daerah," ucap dia.

Sosiolog Musni Umar menambahkan, hal mendasar yang menyebabkan munculnya konflik pengelolaan umumnya dipicu motif mencari keuntungan. Oleh karenanya, status pengelolaan harus diperjelas.

Menurutnya, komunikasi, pembinaan, dan kerja sama sangat penting. Selain itu, keberadaan suatu kelompok yakni pengelola apartemen juga harus memberikan manfaat kepada para penghuninya.

"Kalau ada kegiatan mereka dilibatkan, kalau ada bansos (bantuan sosial) mereka diberikan dan komunikasi terus menerus, warga merasa menjadi bagian dari apartemen tersebut,” tegas Musni.

Baca juga: Peringatan Kombes Ady Paska Bentrok Antar Ormas di Cengkareng